KETAPANG – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha, PT Mayawana Persada membagikan 11 hewan kurban ke beberapa desa - desa di sekitar perusahaan. Beberapa desa tersebut di antaranya, Desa Kualan Hilir, Desa Kampar Sebomban, Desa Semandang Kanan, Desa Sungai Sepeti, Desa Sungai Mata-mata, dan Desa Durian Sebatang.

Penyaluran hewan kurban berupa kambing tersebut dilakukan oleh tim Corporate Social Responsibilty (CSR) PT Mayawana Persada yang diterima langsung oleh pihak desa.

Kepala Desa Kualan Hilir, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang Lorensius Kiang menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan hewan kurban dari PT Mayawana Persada.

“Saya sangat mengapresiasi kepedulian dari PT Mayawana Persada. Hewan kurban ini nanti akan kita salurkan ke dusun di wilayah kami yang akan merayakan Idul Adha,” ujar Kiang.

Kiang mengatakan, meski warganya mayoritas beragama Katolik, tapi ada juga warganya di beberapa dusun yang muslim dan tentunya akan merayakan hari raya Kurban.

“Jadi hewan kurban dari PT Mayawana Persada ini akan kita serahkan untuk mereka yang merayakan hari raya Kurban,” sebut Kiang.

Hal senada juga dikatakan Iskimo, Kepala Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang. Menurut Iskimo, kepedulian PT Mayawana Persada terhadap berbagai momen hari raya keagamaan memang patut diapresiasi.

“Termasuk di momen Idul Adha atau hari raya kurban. Bantuan hewan kurban ini tentu akan menambah kegembiraan bagi warga saya yang akan merayakan Idul Adha,” sebut Iskimo.

Dikatakan Iskimo, bantuan dari PT Mayawana Persada akan diserahkan kepada panitia perayaan Iadul Adha di desanya.

“Penyembelihan hewan kurban akan dilakukan di sekitar Masjid yang ada di Desa ini. Mengenai teknis pembagian daging kurban saya serahkan juga kepada panitia untuk mengaturnya,” kata Iskimo.

Sementara Asisten CSR PT Mayawana Persada Kelvin J. Setiady mengatakan, pemberian hewan kurban sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap warga di desa sekitar konsesi yang akan merayakan Idul Adha.

“Meski jumlahnya tidak banyak. Kami berharap bantuan ini bisa menambah kebahagiaan warga yang merayakan Idul Adha,” harap Kelvin.

Ditegaskan Kelvin, PT Mayawana Persada akan terus berkomitmen dan konsisten mendukung berbagai kegiatan positif di masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan.

“Dan tidak lupa  saya atas nama manajemen PT Mayawana Persada mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban,” pungkasnya.

 

 

PONTIANAK – PT Mayawana Persada melakukan Medical Chek Up (MCU) bagi seluruh karyawan. MCU digelar guna mengetahui konsisi kesehatan para karyawan. Dalam pelaksanaan MCU, PT Mayawana menggandeng tenaga medis yakni dokter, perawat serta radiografer atau teknisi radiologi medis.

Human Resource Development (HRD) PT Mayawana Persada Yuni Yanti mengatakan, MCU rutin digelar dengan tujuan untuk memastikan kesehatan para karyawan.

“Dengan MCU kita ingin memastikan kesehatan karyawan, apakah dalam kondisi sehat atau  mengalami ganguan suatu penyakit yang bisa berpengaruh terhadap pekerjaan,” ujar Yuni.

Dikatakan Yuni, dalam pelaksanaan MCU ada beberapa jenis pemeriksanaan kesehatan yang dilakukan di antaranya, cek darah, mata, rontgen, cek air seni dan lain-lain.

“Hasil MCU akan diberikan pada para karyawan sebagai pedoman mengenai kondisi kesehatan mereka. Dan para karyawan diharapkan mengikuti saran-saran yang tertulis dalam MCU,” kata Yuni.

Salah seorang karyawana bernama Alex mengatakan, dengan mengikuti MCU dirinya bisa mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

“Hasil MCU saya jadikan pedoman menjaga kesehatan tubuh. Sebab dari hasil MCU saya bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan, karena di hasil MCU tertulis saran -saran dari dokter,” pungkas Alex.

 

 

 

PONTIANAK – Untuk menjaga kebugaran para karyawana, PT Mayawana Persada mengelar kegiatan Jumat sehat dan bersih. Dalam kegiatan tersebut, para karyawan melaksanakan senam sebelum berkegiatan atau bekerja.

Selain itu, para karyawan juga melakukan kegiatan bersih-bersih ruangan kerja serta halaman kantor. Kegiatan senam bersama dipimpin oleh intsruktur yang juga karyawan Mayawana bernama Niko. Namun sebelum senam, terlebih dahulu dilakukan pembacaan visi-misi perusahaan yang pimpin oleh salah seorang karyawati bernama Tifani.

“Ayo semuanya, kita mulai senamnya, semangat ya,” ujar Niko, usai pembacaan visi-misi perusahaan oleh Tifani.

Para peserta senam pun terlihat bersemangat mengikuti gerakan Niko. Hingga tak terasa 15 menit pun telah berlalu dan senam pun berakhir. Usai senam kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih ruangan kerja masing- masing.

Human Resources Development (HRD) PT Mayawana Persada Yuni Yanti mengatakan, kegiatan senam dan bersih-bersih ruangan kerja dilakukan setiap hari Jumat.

Menurut Yuni, Jumat bersih dan sehat sengaja dilakukan untuk menjaga kebugaran para karyawan supaya tetap prima dalam beraktivitas.

“Kemudian para karyawan juga melakukan kegiatan bersih-bersih, dari mulai meja kerja, ruangan hingga halaman kantor. Semua dilakukan secara gotong royong setelah senam,” kata Yuni.

Yuni juga menyebutkan, sebelum kegiatan senam dilakukan, terlebih dahulu akan dibacakan visi-misi perusahaan. Tujuannnya supaya setiap karyawan mengerti serta memahami apa yang menjadi target serta tujuan perusahaan.

“Sehingga arah dan kebijakan perusahaan dapat dipahami dan dijalankan dengan baik oleh semua karyawan. Dengan kegiatan Jumat sehat dan bersih ini, kita harapkan karyawan akan selalu prima dalam beraktivitas,” pungkasnya.

 

 

 

KETAPANG – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama, terutama masa 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia sekitar tiga tahun.

Untuk menekan jumlah stunting pada anak, PT Mayawana Persada melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya pencegahan stunting di Desa Kualan Hilir dan Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Selain melakukan sosialisasi, PT Mayawana Persada juga memberikan bantuan makanan tambahan pada beberapa anak yang disinyalir mengalami stunting. Dalam kegiatan tersebut, selain membawa tenaga medis dari perusahaan, PT Mayawana Persada juga menggandeng tenaga medis yang bertugas di wilayan tersebut, seperti bidan desa dan perawat.

Kepala Desa Sekucing Kualan Yermiarim menyambut baik program CSR pengurangan stunting dari PT Mayawana Persada.

“Program ini bagus dan sangat bermafaat bagi anak-anak di wilayah kami. Sehingga bisa menekan dan mengurangi stunting. Syukur-syukur menghapusnya,” ujar pria yang akrab disapa Ami tersebut.

Ami juga berharap, program CSR dari PT Mayawana Persada ini terus berkelanjutan untuk memerangi stunting di wilayahnya.

“Saya akan dukung penuh program ini. Kami juga akan membantu dan mendampingi dalam pelaksanaan progam menekan dan mencegah stunting ini,” sebut Ami.

Sementara Asisten CSR PT Mayawana Persada Kelvin J Setyadi mengatakan, program stunting ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan anak-anak yang ada di wilayah konsesi perusahaan.

Menurut Kelvin, anak yang mengalami stunting biasanya, memiliki tinggi badan lebih rendah dibanding anak susianya.

“Namun dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik saja, melainkan juga mempengaruhi pertumbuhan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Untuk itu Stunting ini harus kita perangi,” pungkasnya.

 

 

 

Mayoritas Asisten Perempuan di Nursery Alumnus Kampus di Kalbar

KETAPANG - Selain ratusan pekerja perempuan yang berasal dari desa sekitar wilayah perusahaan, Nursery PT Mayawana Persada juga memiliki beberapa Asisten perempuan yang mayoritas jebolan Unversitas di Kalimantan Barat (Kalbar).

Sarah (26) misalnya, gadis asal Bengkayang ini sudah tiga tahun lebih bekerja di PT Mayawana Persada sebagai Asisten di Nursery, PT Mayawana Persada.

“Saya Alumnus Kehutanan Universitas Tanjung Pura. Saya bisa bekerja di sini karena mengikuti seleksi yang diadakan oleh PT Mayawana Persada di Kampus Untan saat rekrutmen karyawan. Alhamdulillah saya lolos,” papar Sarah.

Meski harus tinggal di mess karyawan dan jauh dari hiruk pikuk kota, Sarah mengaku betah, karena memang sudah menjadi tekadnya untuk berkarir di Mayawana demi terus mengembangkan potensi diri.

“Mayawana adalah tempat saya mengaplikasikan semua ilmu yang didapat saat di bangku kuliah. Di sini juga saya terus belajar mengembangan potensi diri serta kedisilinan,” kata Sarah.

Begitu juga dengan Enesta Dayung Echi Pune atau yang akrab disapa Echi. Gadis kelahiran 25 tahun lalu itu mengaku bekerja di PT Mayawana Persada adalah impiannya sejak kuliah dulu.

“Kebetulan saya berasal dari Simpang Dua, Ketapang. Jadi tidak begitu jauh dari orang tua jika bekerja di sini,” ujar Alumnus Universitas Panca Bakti, Pontianak tersebut.

Echi yang sudah tiga tahun bekerja sebagai Asisten di Nursery PT Mayawana Persada mengaku banyak mendapat pengalaman serta perubahan hidup baik secara sosial mau pun ekonomi.

“Banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat di sini. Kemudian dari segi ekonomi, saya juga mengalami peningkatan dan bisa membanggakan orang tua. Saya akan terus mengembangkan karir di Mayawana,” tegas Echi.

Sementara Asisten Nursery lainnya yakni Nadia (25), mengaku setelah bekerja di PT Mayawana, ia dapat membantu kuliah dan sekolah adik-adiknya.

“Puji tuhan, berkat kerja di sini saya bisa membantu Pendidikan kedua adik saya. Yang  satu hingga tamat kuliah dan satunya masih SMA,” kata Nadia.

Begitu juga dengan Asisten Nursery lainnya, Desi (27) yang juga bisa membantu adik-adiknya kuliah serta sekolah, setelah dirinya bekerja di PT Mayawana Persada.

“Saya sudah tiga tahun kerja di Mayawana. Hasilnya, saya bisa meringankan beban orang tua dengan membantu kuliah dan sekolah adik saya. Semoga karir saya terus berkembang di sini,” harap Desi.