KETAPANG – Program Mayawana Mengajar Kembali disambut antusias para guru dan murid. Kali ini, program dari PT Mayawana Persada tersebut digelar di SDN 14 Simpang Hulu yang berada di Desa Sekucing Labai.

Suasana riuh langsung terlihat saat para murid mengetahui kedatangan para karyawan dari PT Mayawana Persada yang akan mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.

“Morning bu” celetuk salah seorang siswa disambut tawa teman-temannya.

“Morning” jawab salah satu karyawan Mayawana sembari melempar senyum.

Sebelum memulai pelajaran, salah satu guru sekolah tersebut memperkenalkan kepada para murid jika karyawan PT Mayawana Persada yang akan mengajar Bahasa Inggris.

“Baik anak-anak, tadi kalian sudah tahu bahwa kita kedatangan guru Bahasa Inggris yang akan mengajar kalian dari PT Mayawana Persada,” ujar guru tersebut.

“Ibu harap kalian belajar yang serius ya, siap semuanya,” tambah guru tersebut yang disambut kata siap oleh pada murid.

Setelah guru sekolah tersebut meninggalkan ruangan, karyawan Mayawana memperkenalkan diri kepada para siswa.

“Baik adik-adik, kakak akan memperkenalkan diri ya. Nama kakak Cynthia dan ini kak Charia. Kami berdua akan mengajar Bahasa Inggris,” ujar Cynthia saat memperkenalkan diri dan rekannya.

Setelah pengajar dari PT Mayawana Persada memperkenalkan diri, kegiatan belajar mengajar pun di mulai. Kepiawaian, Charia dan Cyntia dalam membawakan materi pelajaran, membuat para siswa betah dan bersemangat mengikuti pelajaran.

Kepala SDN 14 Simpang Hulu Saidi mengaku mengapresiasi program mengajar dari PT Mayawana Persada.

“Saya sangat mengapresiasi program Mayawana Mengajar. Karena kegiatan ini sangat membantu, terutama mata pelajaran yang diajarkan Bahasa Inggris,” ujar Saidi.

Saidi juga berharap, program Mayawana Mengajar terus dipertahankan, kalau perlu dan memungkinkan ditambah jam nya.

“Ini program bagus, kalo bisa ditambah waktunya,” pinta Saidi sembari melempar senyum.

Asisten CSR PT Mayawana Persada Kelvin J Setiady mengatakan, program Mayawana Mengajar merupakan bentuk kepedulian PT Mayawana Persada terhadap dunia Pendidikan.

“Program ini lahir sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia Pendidikan, khususnya di sekitar wilayah konsesi perusahaan. Kami akan terus berusaha mempertahankan dan mengembakan program Mayawana Mengajar,” pungkasnya.

 

 

 

PONTIANAK – PT Mayawana Persada mendapatkan validasi dari para pakar lingkungan atas parktik pengelolaan hutan yang dinilai mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ekologi.

Validasi itu diberikan saat Diskusi panel dalam ajang Kick Off Program Result Based Payment (RBP) REDD+ GCF Kalimantan Barat, Kamis (29/1/2026).

Tiga penanggap utama dalam diskusi tersebut—BKSDA Kalbar, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Tropical Forest Foundation (TFF) memberikan catatan positif terhadap paparan data Mayawana Persada.

Direktur Eksekutif Tropical Forest Foundation (TFF), Dr. Hasbillah Hasbie, menyoroti keputusan bisnis Mayawana Persada yang tidak lazim namun patut dipuji. Ia membedah data plantable area (area yang boleh ditanami secara legal) milik perusahaan yang mencapai ±98.000 hektare.

"Sebagai perusahaan HTI, sebenarnya tidak salah kalau Mayawana Persada membuka semua arealnya karena legal. Tapi, Mayawana tidak melakukan itu," tegas Hasbillah.

Ia menekankan bahwa langkah perusahaan menyisihkan sekitar 38.000 hektare untuk konservasi adalah bukti nyata keseimbangan. "Perusahaan ini mengalokasikan areal produksinya untuk konservasi. Ini menunjukkan bahwa Mayawana Persada menjalankan keseimbangan antara kepentingan ekologis dengan kepentingan ekonomis," tambahnya.

Validasi senada datang dari CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Dr. Jamartin Sihite. Sebagai tokoh kunci pelestarian orangutan, Jamartin menilai pendekatan Mayawana Persada terhadap satwa liar sangat progresif.

"Perusahaan HTI membicarakan konservasi Orangutan merupakan sesuatu yang menarik," ujarnya. Jamartin mengingatkan bahwa satwa liar tidak mengenal batas administratif. Orangutan bisa hidup di area konservasi resmi maupun melintas di area produksi.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan lanskap. "Kawasan konservasi tidak bisa berdiri sendiri. Koridor satwa sangat diperlukan agar 'lalu lintas satwa' tidak terfragmentasi," jelas Jamartin. Langkah Mayawana Persada membangun koridor di dalam konsesinya dinilai sejalan dengan prinsip konektivitas habitat tersebut.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Murlan Dameria Pane, menyoroti temuan survei biodiversitas yang dilakukan Mayawana Persada bersama akademisi. Ia menyebut angka populasi Orangutan yang terdata cukup signifikan.

"Angka ini akan bisa menjadi referensi para pihak," kata Murlan. Ia pun meminta Mayawana Persada segera berkoordinasi teknis dengan BKSDA.

"Kita analisis bersama temuan ini agar bisa menjadi pedoman populasi ke depan. Kami juga mendorong Mayawana melakukan kegiatan untuk kesejahteraan satwa liar lainnya yang terekam kamera jebak," pesannya.

Dukungan para ahli ini diperkuat dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh Direktur Mayawana Persada, Iwan Budiman, yang berkomitmen menjaga lanskap Mendawak.

Forum ini membuktikan bahwa dengan data yang transparan, pengelolaan hutan produksi dapat berjalan beriringan dengan agenda konservasi global. (*)

 

 

KETAPANG – Infrastruktur jalan merupakan sesuatu yang vital bagi masyarakat untuk kelancaran transportasi. Dengan infrastruktur jalan yang layak, roda ekonomi warga juga akan terbantu.

Begitu juga yang dilakukan oleh PT Mayawana Persada. Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut telah membangun jalan sepanjang 114 kilometer.

Di mana pembangunan jalan tersebut tidak hanya digunakan untuk transportasi perusahaan, tapi juga digunakan oleh masyarakat umum. Terutama bagi warga yang berada di sekitar konsesi perusahaan.

Salah satunya pembangunan jalan di Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang hingga Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara. Jalan sepanjang 29,9 Kilometer itu dibangun PT Mayawana Persada pada 2022 hingga 2023.

Pembangunan jalan yang menghubungkan dua kabupaten itu, sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Pasalnya, selain untuk mempermudah transportasi, juga dapat membangkitkan ekonomi masyarakat, baik itu yang berada di Kawasan konsesi perusahaan atau pun di luar perusahaan.

Seperti penuturan Risman, warga Durian Sebatang yang mengaku kerap melewati jalan di wilayah PT Mayawana Persada. Menurutnya, berkat jalan yang dibuka oleh PT Mayawana Persada, dirinya bisa melakukan perjalanan ke Simpang Dua, Ketapang.

“Dulu kalau saya mau ke Simpang Dua harus menempuh jarak yang jauh hingga 7 jam, karena muter. Tapi Sekarang berkat jalan ini, saya bisa memangkas jarak menjadi 3 Jam,” ujar Risman.

Untuk itu lanjut Risman, dirinya sangat mengapresiasi keberadaan PT Mayawana Persada yang telah membuka jalan baru, hingga bisa memangkas waktu perjalanan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PT Mayawana Persada, karena telah membuka jalan baru. Berkat jalan yang dibuka oleh PT Mayawana Persada, trasportasi kami jadi lancar,” sebutnya.

Asisten Infra PT Mayawana Persada Eliyas mengatakan, pembangunan jalan sepanjang 29,9 Kilometer dari Desa Kampar Sebomban, Ketapang hingga Desa Durian Sebatang, Kayong Utara merupakan salah satu dari beberapa pembangunan jalan yang dilakukan oleh PT Mayawana Persada.

“Masih ada beberapa pembangunan jalan lagi yang telah dilakukan oleh PT Mayawana Persada dan jalan tersebut juga dimanfaatkan oleh warga, baik yang berada di wilayah konsesi atau pun luar konsesi,” sebut Eliyas.

Dijelaskan Eliyas, beberapa jalan lainnya yang dibangun oleh PT Mayawana Perasada di antaranya di Desa Sekucing Kualan menuju Sekucing Labai sepanjang 32,0 Kilometer, yang Dikerjakan tahun 2019 hingga 2020.

Kemudian lanjut Eliyas, di Desa Sekucing Kualan yang menghubungkan Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu dengan Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang. Panjang Jalan 17,6 Kilometer dan pengerjaan 2020 hingga 2022.

“Untuk di Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua menghubungkan ke Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Ketapang. Panjang jalan 17,5 Kilometer, dan dikerjakan tahun 2022 hingga 2023,” terangnya.

Selain itu juga ada pembangunan jalan  Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara dengan Desa Kampar Sebomban, Kacamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang.

“Panjang jalan 17,7 Kilometer dan dikerjakan tahun 2023 hingga 2025. Selain oleh perusahaan, jalan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum,” pungkasnya.

 

 

PONTIANAK – Direktur  PT Mayawana Persada tampil sebagai Nara sumber dalam diskusi panel pada acara peluncuran atau Kick Off Program Result Based Payment (RBP) REDD + Green Climate Fund di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Kamis (29/01/26) pekan lalu.

Dalam kegiatan yang dibuka Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan itu, Direktur PT Mayawana Persada (PT MWP), Iwan Budiman, S.Hut,  memaparkan kronologis keberadaan dan operasional PT MWP. Mulai dari profil perusahaan, Visi dan Misi Perusahaan, hingga berbagai capaian serta kontribusi perusahaan terhadap masyarakat sekitar melalui Corporate Social Responsibilty (CSR).

Iwan Budiman dalam presentasinya menunjukkan foto-foto/slide sertifikat yang sudah dicapai PT MWP berikut penghargaan yang diterima PT MWP. Sertifikasi penting yang sudah didapat PT MWP diantaranya PHL, IFCC, SMK3, ISO 14001;2015, dan PROPER.

PT Mayawana Persada (MWP) merupakan perusahaan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan izin dari Kemeterian Kehutanan dengan luas area 138.240,4 hektare. Areal PT MWP terletak di Kabupaten Ketapang yang meliputi dua kecamatan dan Kabupaten Kayong Utara mencakup tiga kecamatan.

Dari luasan konsesi PT MWP tersebut, tidak semua dimanfaatkan untuk produksi, tapi juga untuk kepentingan lainnya. Salah satu pemanfaatan areal selain produksi yang terpenting adalah areal konservasi. Perhitungan awal total areal konservasi indikatif PT MWP seluas 38.987,68 hektare.

Tujuan paling utama pemanfaatan areal konservasi tersebut untuk melindungi keberadaan habitat Orangutan, flora dan fauna lainnya. Menurut hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan tim survey Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura Pontianak, kehidupan Orangutan di areal konservasi PT MWP terjaga dan berkembang dengan sangat baik.

“Hal itu dibuktikan dengan hasil rekaman camera trap yang dipasang pada titik-titik tertentu di areal yang disurvey,” kata Iwan Budiman. Camera trap bahkan ada merekam satu keluarga Orangutan yang terdiri dari jantan dan betina dewasa dengan anaknya. “Hasil rekaman tersebut sangat luar biasa, karena jarang ditemukan atau terekam kamera,” kata Iwan.

Selanjutnya hasil kajian Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura Pontianak, juga mengusulkan mengoptimalkan HCS dengan total luas indikatif 42.509 hektare atau 30% dari total konsesi untuk Peta Integrate Conservation and Land Use Plan, sesuai standar HCSA.

Selain itu, Iwan Budiman menjelaskan, PT MWP memiliki Nursery atau pusat pembibitan yang tercanggih dan terbesar di Kalimantan Barat dengan produksi bibit siap tanam  44,5 Juta/tahun.

Dalam proses produksi bibit, PT MWP sudah menerapkan teknologi lebih maju. Tidak lagi memulai dari biji benih, tapi sudah menggunakan metode cutting, sehingga mampu menghasilkan bibit yang lebih bagus, diantaranya akar kuat, pertumbuhan cepat dan batang pohon bisa lebih tinggi.

Di sisi kemasyarakatan, PT MWP memberi dampak nyata bagi masyarakat sekitar konsesi melalui CSR serta CD (Community Development). Program CSR, mencakup bidang Kesehatan, Pendidikan, dan keagamaan. Misalnya PT MWP memberikan insentif bagi guru honorer, bea siswa, dan menyumbangkan mobil ambulance untuk lima desa di sekitar areal operasional perusahaan.

Sedangkan untuk program CD, PT MWP melakukan penguatan ekonomi lokal dan harmoni sosial, seperti pelatihan peternakan ayam broiler serta Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yaitu madu. “Kami sekarang sudah menghasilkan produk madu kemasan botol yang kami beri nama Madu Maya,” kata Iwan.

Untuk menangani konflik sosial, PT MWP melakukan pendekatan untuk bisa menjadi kemitraan. Misalkan, menawarkan kemitraan, atau agroforesti.  Sehingga masyarakat memperoleh kepastian kelola dan perusahaan mendapat kepastian berusaha.**

 

 

PONTIANAK - PT Mayawana Persada memperoleh penghargaan dari Fakultan Kehutanan (Fahutan) Universitas Tanjung Pura (Untan). Penghargaan diterima langsung oleh Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman di acara Dies Natalis Fahutan ke-25 di Hotel Ibis Pontianak, Senin (22/12/2025).

Dekan Fahutan Untan Dr. Farah Diba mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi Fahutan Untan  kepada PT Mayawana Persada sebagai mitra strategis .

“Penghargaan ini kami berikan karena PT Mayawana Persada telah berkontribusi, sinergi, dan komitmen dalam mendukung pengembangan Tridarma perguruan tinggi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kemajuan pendidikan dan pembangunan kehutanan yang berkelanjutan,” ujar Dr. Farah Diba.

Dikatakan Dr. Farah Diba, PT Mayawana Persada menjadi salah satu mitra yang juga banyak menerima lulusan Fahutan Untan untuk berkarir di perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut.

“PT Mayawana Persada kerap menggandeng Fahutan Untan saat melakukan seleksi penerimaan karyawan. Jadi para alumnus kami memiliki kesempatan untuk bekerja di sana,” sebut Dr. Farah Diba.

Selain itu lanjut Dr. Farah Diba, PT Mayawana Persada juga menjadi salah satu tujuan bagi mahasiswa Fahutan Untan untuk melaksanakan kegiatan magang berdampak.

“Baru -baru ini saja ada sekitar 24 mahasiswa kami yang melaksanakan kegiatan magang berdampak di PT Mayawana Persada. Dan masih banyak lagi kerjasama yang dilakukan, seperti kegiatan Reseach kami mengenai keanekaragaman hayati di PT Mayawana Persada yang hasilnya sebentar lagi akan kami presentasikan,” bebernya.

Sementara Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman mengucapkan terima kasih kepada Fahutan Untan yang telah memberikan apresiasi melalui penghargaan sebagai mitra strategis.

“Perusahaan kami memang memiliki keselarasan dalam berbagai hal dengan Fahutan Untan. Dan sebagai perusahaan yang berkomitmen mengutamakan tenaga kerja lokal, kami memang terbuka bagi alumnus Fahutan Untan untuk berkarir di sini,” sebut Iwan.

Iwan juga berharap kerjasama yang selama ini sudah terjalin baik dengan Fahutan Untan, akan terus berkesinambungan, sehingga apa yang dihasilkan memilik dampak positif bagi kedua belah pihak. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas penghargaan ini,” pungkasnya.

Page 1 of 4