KETAPANG –  Ratusan perempuan bekerja di Nursery (pembibitan) PT Mayawana Persada, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Mereka terdiri dari para perempuan muda dan ibu-ibu tangguh yang berasal dari desa sekitar perusahaan. Kehadiran PT Mayawana Persada memang menjadi berkah tersendiri bagi ibu-ibu yang sebelumnya hanya membantu suami di ladang. Sementara para gadis terpaksa ke kota untuk mencari kerja demi membantu ekonomi keluarga.

Seperti penuturan Diana (39), perempua asal Desa Sekucing Labai yang mengaku sudah hampir tujuh tahun bekerja di Nursery PT Mayawana Persada.

“Sebelum ada Mayawana saya hanya ibu rumah tangga yang sesekali membantu suami ke ladang. Tapi sekarang saya bisa kerja di pembibitan ini meski hanya tamatan SD. Bahkan saya sudah hampir tujuh tahun kerja di sini,” ujar Diana.

Diana menjelaskan, berkat kerja di PT Mayawana, ia mampu membantu perekonomian keluarga. Sehingga yang dulu ekonominya sangat pas-pasan, kini bisa meningkat dan mampu menyekolahkan kedua anaknya.

“Suami saya hanya buruh di perusaahaan perkebunan. Jadi ekonomi kami hanya cukup untuk makan. Tapi sejak saya bekerja di sini, ekonomi kami sedikit membaik, sehingga kedua anak kami bisa sekolah yang satu SMK, dan yang satu masih SD,” sebut Diana.

Menurut Diana,  perubahan ekonomi juga begitu terasa sejak dirinya bekerja di Mayawana. Hal itu dibuktikan dengan beberapa barang yang dia miliki, seperti sepada motor dan Handphone serta bisa membeli perlengkapan sekolah anak.

“Sepeda motor saya beli dari uang tabungan hasil kerja di Mayawana. Dan kami juga tidak pernah lagi kesulitan untuk kebutuhan anak sekolah. Sehingga tidak mencari pinjaman sana sini,” tegas Diana.

Pekerja lainnya bernama Crispina Ika (40) mengaku sejak bekerja di PT Mayawana Persada, taraf ekonomi keluarganya membaik.

“Dulu saya hanya mengandalkan pendapatan suami. Tapi sejak kerja di Mayawana bisa membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Setidaknya untuk dapur, tidak pernah kesusahan lagi,” kata perempuan yang akrab disapa Ika tersebut.

Ika yang sudah tiga tahun bekerja di PT Mayawana Persada itu menyebutkan, jika sebelumnya ia, hanya ibu rumah tangga. Kemudian saat mendengar ada lowongan di Pembibitan Mayawana, Ika meminta izin ke suami untuk bekerja supaya bisa membantu ekonomi keluarga.

“Anak saya tiga. Yang pertama sudah menikah, yang kedua mau masuk SMA dan yang terakhir masih SD. Sejak kerja di sini, beban enomoni kami sedikit ringan. Sehingga anak-anak saya bisa sekolah,” sebutnya.

 

 

PONTIANAK - PT Mayawana Persada meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), atas partisipasinya dalam peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2026. Penghargaan tersebut diberikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kalimantan Barat Ahmad Priyono saat peringatan Hari Buruh yang dihadiri Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Kepala Disnaker Ahmad Priyono mengatakan, penyelenggaraan Hari Buruh sebagai bentuk penghormatan kepada buruh.

“Kegiatan ini dilakukan guna menjalin hubungan yang harmonis antara perusahaan dan buruh, sehingga tercipta iklim yang sehat,” kata Priyono.

Proyono juga memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan atas berpartisipasi, dan dukungan kegiatan Hari Buruh di Kalimantan Barat yang dipusatkan di halaman Kantor Disnaker Kalbar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Hari Buruh. Mulai dari serikat organiasi buruh serta perusahaan yang ada di Kalimantan Barat termasuk PT Mayawana Persada,” ujar Priyono.

Sementara Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan berpesan kepada setiap perusahaan agar selalu memperhatikan asuransi kesejahteraan pekerja.

“Dan kepada pekerja juga jangan hanya menuntut hak, tapi harus menjalankan kewajiban. Kalau hubungan pekerja dan perusahaan harmonis tidak akan ada lagi keributan,”sebutnya.

Human Resources Development (HRD) PT Mayawana Persada Arles, yang hadir mewakili perusahaan dalam peringatan Hari Buruh mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Pemprov Kalbar.

“Kami juga mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional. Semoga semua kegiatan yang digelar di Kalimantan Barat pada Hari Buruh berjalan tertib dan lancar,” pungkasnya.

 

KUBU RAYA –  Upacara adat Naik Dango adalah ritual tahunan suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat. Kegiatan yang digelar setiap 27 April itu, dilakukan  setelah masa panen.

Untuk tahun ini, upacara adat Naik Dango yang ke- 41 dilaksanakan sedikit berbeda, karena digelar secara serentak gabungan tiga kabupaten yakni, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Mempawah, dan Kabupaten Landak. Untuk lokasi acara, bertempat di Rumah Adat Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Kegiatan yang berlangsung meriah itu, dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus, Bupati Kubu Raya Sujiwo dan para pejabat pemerintah, serta perwakilan perusahaan termasuk PT Mayawana Persada.

Hadir juga tokoh adat, tokoh masyarakat serta organiasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan yang ada di Kalimantan Barat.

Ketua panitia pelaksana kegiatan adat Naik Dango ke – 41 Lorensius mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap kegiatan ritual adat tahunan tersebut.

“Saya mengapresiasi semua pihak yang membantu dan memberi dukungan terhadap acara ini. Sehingga acara berjalan lancar,” uja Lorensius.

Selain pihak pemerintah kata Lorensius, peran swasta seperti perusahaan yang ada di Kalimantan Barat juga turut aktif serta memberikan dukungan.

“Perusahan-perusahaan swasta yang ada di Kalimantan Barat seperti PT  Mayawana Persada juga sangat antusias memberikan dukungan terhadap kegiatan Naik Dango ke- 41 ini,” sebut Lorensius.

Sementara Humas PT Mayana Persada Yohanes Supriadi mengatakan, mendukung kearifan lokal termasuk salah satunya kegiatan ritual Naik Dango adalah kominten dari manajemen perusaahaan.

“Kita akan dukung dan apresiasi segala bentuk kegiatan kebudayaan demi menjaga kearifan lokal,” pungkasnya.

 

PONTIANAK - Guna mendukung kegiatan May Day atau Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang,  PT Mayawana Persada ikut berpartisipasi dengan memberikan paket sembako.

Paket sembako tersebut diserahkan manajemen PT Mayawana Persada kepada pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang akan menyalurkannya pada peserta kegiatan May Day.

Pegawai Disnaker Yohana Sumiaty mengucapkan terima kasih kepada PT Mayawana Persada yang telah berpartisipasi pada kegiatan Hari Buruh mendatang.

“Kita apresiasi partisipasi PT Mayawana pada kegiatan hari buruh yang jatuh pada 1 Mei nanti,” ujar Sumiati disela-sela penyerahan bantuan paket sembako oleh manajemen PT Mayawana Persada.

Dikatakan Yohana, bantuan paket sembako dari PT Mayawana Persada akan disalurkan oleh Disnaker pada kegiatan Hari Buruh. ”Semoga kegiatan May Day di Kalimantan Barat nanti berjalan dengan tertib dan lancar,” harap Yohana.

Sementara Human Resources Development (HRD) PT Mayawana Persada Yuni Yanti berharap, bantuan paket sembako yang diberikan bisa bermanfaat untuk kegiatan Hari Buruh.

“Meski tidak seberapa, kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat. Kami juga mendukung kegiatan Hari Buruh pada 1 Mei 2026 nanti. Semoga berjalan lancar dan tertib,” pungkasnya.

 

KETAPANG – Di tengah keberagaman masyarakat, Bupati Ketapang Alexander Wilyo, menegaskan komitmennya dalam menjaga kedamaian dan keharmonisan. ‎

Menurut Alex, Kabupaten Ketapang bukan sekadar wilayah administratif, namun juga "rumah besar bersama" yang dihuni oleh berbagai elemen.

"Mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga investor hidup berdampingan dan saling membutuhkan. Jadi Ketapang ini adalah rumah besar kita bersama. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk saling menjaga," ujar Bupati Alex. ‎

Sebagai pemimpin daerah kata Bupati Alex, tanggung jawab yang diemban tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga memastikan stabilitas sosial tetap terjaga.

 ‎"Satu diantara kunci utama dalam menjaga harmoni tersebut adalah melalui pendekatan musyawarah mufakat," sebut Buati Alex.

‎Hal tersebut dibuktikan saat bupati turun langsung menangani persoalan yang melibatkan tokoh adat, Tarsisius Fendy, dengan pihak perusahaan PT Mayawana Persada.

"Beberapa waktu lalu, saya dihadapkan pada situasi yang memerlukan kehadiran dan sentuhan kepemimpinan. Ada sebuah persoalan yang melibatkan saudara kita, tokoh adat Tarsisius Fendy, dengan pihak PT Mayawana Persada," jelas Bupati Alex. 

‎Dikatakan Bupati Alex, jika konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pihak yang berselisih, tetapi juga masyarakat luas.

"Saya sadar, jika persoalan ini dibiarkan berlarut-larut, yang rugi bukanlah satu atau dua pihak, melainkan kita semua (masyarakat) Ketapang yang mendambakan kedamaian," katanya. ‎‎

Melalui proses mediasi yang dilakukan secara terbuka dan mengedepankan kekeluargaan, kedua belah pihak akhirnya sepakat menempuh jalur damai. ‎‎Kesepakatan tersebut menjadi bukti bahwa musyawarah mufakat masih menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan persoalan. ‎‎

Tidak lupa, Bupati Alex juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Mayawana Persada atas sikap kooperatif dan kesediaan untuk menyelesaikan persoalan secara damai.

‎‎"Saya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada manajemen PT Mayawana Persada. Sikap yang ditunjukkan, kesediaan untuk duduk bersama, kerendahan hati untuk saling mendengarkan, serta keputusan untuk menempuh jalan damai, itu adalah sebuah sikap kesatria," sebut Bupati Alex.

‎‎Untuk langkah selanjutnya kata Bupati Alex, proses komunikasi akan dilanjutkan oleh kuasa hukum, Rupinus Junaidi, S.H., guna menyampaikan hasil kesepakatan kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Ketapang.

 ‎‎"Saya berharap aparat penegak hukum dapat mempertimbangkan penyelesaian melalui pendekatan Restorative Justice (RJ). Sehingga persoalan dapat diselesaikan secara adil tanpa harus melalui proses hukum yang panjang. Kepada jajaran Polres dan Kejaksaan Negeri Ketapang yang kami hormati, besar harapan kami agar semangat perdamaian yang telah dicapai melalui musyawarah mufakat ini dapat disambut dengan hati yang terbuka," ungkap Bupati Alex.

 Bupati ‎Alex juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama agar konflik serupa tidak terulang di masa mendatang.

‎‎Selain itu, ia menekankan pentingnya komitmen perusahaan dalam menjalankan operasional di daerah, di antaranya dengan mengutamakan tenaga kerja lokal, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap penyelesaian masalah.

 ‎‎Sebagai penutup, Bupati Alex menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga harmoni dan kedamaian daerah, sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

 ‎‎"Jika prinsip-prinsip ini kita pegang teguh, saya yakin Ketapang akan terus menjadi rumah yang sejuk, aman, dan sejahtera bagi kita semua. Mari kita jaga harmoni ini, karena pada akhirnya, kedamaian adalah warisan terindah yang bisa kita berikan untuk masa depan daerah kita," pungkasnya.