Ketapang – Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kalimantan Barat (Kalbar) Adi Yani mengunjungi Nursery atau tempat pembibitan PT Mayawana Persada di Simpang Hulu, Ketapang, Jumat (28/11/2025). Decak kagum langsung terucap dari Adi Yani dan rombongan saat menginjakkan kaki di PT Nursery PT Mayawana Persada.

“Luar biasa, ini sangat luas dan lengkap serta terbesar di Kalimantan Barat,” ujar Adi Yani Sembari menatap hamparan bibit di hadapannya.

Dengan didampingi beberapa pejabat Nursery, Adi Yani beserta rombongan berkeliling guna melihat proses pengerjaan bibit oleh para pekerja.

Rasa kagum Adi Yani kian bertambah setelah menyaksikan ratusan pekerja Nusrery yang didominasi kaum perempuan tengah melakukan berbagai aktivitas.

“Para pekerja berjumlah 300 orang pak. Memang untuk di persemaian pembibitan ini didominasi pekerja perempuan,” ujar Aslam, Asisten Kepala Nursery seolah menjawab rasa kagum Adi Yani.

“Oh mayoritas perempuan ya, mereka berasal dari mana,” sahut Adi Yani.

“Dari desa sekitar sini pak. Karena Nursery ini hampir 90 persen pekerjanya dari warga setempat,” jawab Aslam yang semakin menambah kekaguman Adi Yani.

Di sela-sela kunjugan tersebut, Adi Yani menyempatkan berdialog dengan para pekerja perempuan yang tengah melakukan proses cutting atau pemotongan bibit.

“Selamat siang ibu, wah cekatan sekali kerjanya. Ibu berasal dari mana,” tanya Adi Yani kepada pekerja tersebut.

“Selamat siang pak. Saya berasal dari Desa Sekucing Labai sekitar 20 menit dari sini,” jawab pekerja tersebut sembari tersenyum.

“Betah kerja di sini buk,” tanya Adi Yani lagi.

“Betah Pak, karena dengan kerja di sini saya bisa menabung untuk biaya pendidikan anak,” jawab pekerja lagi sembari tersenyum kembali.

Usai berkeliling di kawasan Nursery, Adi Yani juga menyempatkan diri menemui para mahasiswa Universitas Tanjung Pura (Untan) yang tengah magang di PT Mayawana Persada.

Pertemuan yang berlangsung di gedung Fiber Learning Academy, PT Mayawana Persada tersebut berlangsung cair dan penuh keakraban. Adi Yani pun tak lupa memberikan wejangan kepada para Mahasiwa tersebut.

“Tetap semangat ya adik-adik. Semoga apa yang di dapat dari magang di sini, nantinya bisa di implementasikan. Baik itu ke dunia kerja atau pun berwiraswasta,” pesan Adi Yani disambut anggukan kepala para mahasiswa.

Setelah melakukan pertemuan dengan para mahasiswa magang, kunjungan Kadis LHK Kalbar ditutup dengan melakukan penanaman pohon di area Arboretum PT Mayawana Persada.

“Bismillah, semoga pohon ini tumbuh dan memberikan manfat bagi alam dan kita semua,” kata Adi Yani diiringi jawaban amin dan tepuk tangan para pejabat LHK dan PT Mayawana Persada yang menyaksikan.

 

 

 

KETAPANG – Dekan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Tanjung Pura (Untan) Dr. Farah Diba mengunjungi Nursery atau tempat pembibitan PT Mayawana Persada. Dalam kunjungannya, Dr. Farah Diba dan rombongan menyempatkan diri untuk melihat tahapan-tahapan pengerjaan bibit di Nursery.

Dengan didampingi Aslam, Asistant Kepala (Askep) Nursery, Dr. Farah Diba dan rombongan tampak serius menyaksikan bagaimana tahapan proses pengerjaan bibit dilakukan. Sesekali Dr. Farah Diba juga menyapa ramah para pekerja yang tengah melakukan aktivitas.

“Selamat siang bu, sedang mengerjakan apa,” sapa Dr. Farah Diba pada pekerja perempuan.

“Siang juga ibu, saya sedang seleksi cutting bibit bu,” jawab pekerja dengan ramah sembari tersenyum.

Usai berkeliling di kawasan Nursery, Dr. Farah Diba mengungkapkan kekagumannya terhadap teknologi dan sistem yang digunakan oleh PT Mayawana Persada dalam memproduksi bibit.

“Saya sudah melihat semua prosesnya, dan Nursery ini memang sangat layak dijadikan barometer produksi bibit  di Kalimantan Barat,” ujar Dr. Farah Diba.

Selain mengunjungi Nursery, Dr. Farah Diba juga menemui puluhan mahasiswa Universitas Tanjung Pura (Untan) yang magang di PT Mayawana Persada.

Pertemuan Dr. Farah Diba dan para mahasiswa magang digelar di salah satu ruang Fiber Learning Academy (FLA) PT Mayawana Persada.

Dalam pertemuan dengan para mahasiswa magang, Dr. Farah Diba didampingi Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman dan HRD PT Mayawana Persada Yuni Yanti.

Menariknya, Yuni Yanti merupakan alumnus Fakultas Kehutanan Untan yang juga mantan mahasiswa Dr. Farah Diba.

“Assalamualaikum, selamat sore semuanya, bagaimana betah magang di sini?,” tanya Dr. Farah Diba pada para mahasiswa.

“Waalaikum salam, betah bu,” jawab para mahasiswa kompak.

“Alhamdulillah semoga magang berdampak yang kalian lakukan berjalan lancar dan benar-benar memberikan dampak positif. Baik terhadap kalian atau pun perusahaan,” ujar Dr. Farah Diba yang dijawab amin para mahasiswa.

Dalam pertemuan itu, Dr. Farah Diba juga menggelar dialog dengan para mahasiswa magang. Berbagai kesan dan pesan selama magang pun disampaikan oleh para mahasiswa. Dengan seksama, Dr. Farah Diba menyimak pesan dan kesan yang disampaikan tersebut.

Suasana mendadak riuh, saat Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman yang sedari tadi terlihat hanya tersenyum, tiba-tiba berkomentar.

”Coba jangan sampaikan kesan yang enak-enak saja. Kesan yang gak enak juga disampaikan supaya bisa jadi evaluasi,” Celetuk Iwan disambut tawa para mahasiswa.

“Wah semuanya enak pak,” jawab salah satu mahasiswa sembari diiringi tawa yang lainnya.

Usai mendengar kesan dan pesan dari mahasiswa magang, Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman dan Dr Farah Diba pun diberi kesempatan untuk bergantian memberikan wejangan bagi para mahasiswa.

Kemudian, rangkaian kegiatan kunjungan Dr. Farah Diba ke PT Mayawana Persada ditutup dengan melakukan penanaman pohon.

“Bismillah, semoga pohon ini tumbuh serta memberikan manfaat bagi alam dan manusia,” kata Dr. Farah Diba saat melakukan penanaman pohon.

 

 

 

KETAPANG – “Ayo siapa yang rajin sikat gigi, berapa kali sehari dilakukan,” pertanyaan itu diajukan seorang perempuan kepada puluhan murid SDN 12 Simpang Hulu.

“Saya bu, dua kali sampai tiga kali,” jawab para siswa sembari mengangkat jari telunjuk dengan penuh semangat.

Mendengar jawaban para siswa, perempuan yang belakangan diketahui bernama Gelin itu tersenyum lebar,”wah bagus sekali adik-adik, ternyata rajin ya sikat giginya,” jawab Gelin kepada para siswa.

Setelah tanya jawab singkat, Gelin yang datang bersama rombongan pun memperkenalkan diri, serta menyampaikan tujuannya datang ke sekolah tersebut.

“Nama kakak Gelin, kami dari PT Mayawana Persada, kita datang ke sini untuk mengajari adik-adik tentang pentingnya cuci tangan serta sikat gigi yang benar,” ujar Gelin disambut gembira para murid.

Usai perkenalan singkat, tim dari PT Mayawana Persada langsung membagikan bingkisan atau peralatan untuk praktik sikat gigi dan cuci tangan dengan benar. Ada 53 Siswa yang hadir dan mendapatkan bingkisan dalam kegiatan tersebut.

Para siswa tampak antusias dan gembira menerima bingkisan dari PT Mayawana Persada. Mereka seolah tak sabar untuk melakukan praktik sikat gigi dan cuci tangan dengan benar.

Setelah menerangkan bagaimana tata cara cuci tangan dan sikat gigi yang benar, para siswa kemudian diarahkan untuk parktik langsung. Praktik tersebut dilakukan di halaman sekolah, dan masing-masing sudah dibekali cangkir berisi air untuk menyikat gigi.

“Ayo semuanya sudah siap, coba lakukan sikat gigi yang diajarkan tadi,” perintah Gelin yang langsung diikuti oleh puluhan siswa tersebut.

Suasana pun sontak meriah. Beberapa guru terlihat tertawa lebar melihat kocaknya para siswa yang tengah melakukan praktik sikat gigi.

Kepala SDN 12 Simpang Hulu Antonia Pasi mengucapkan rasa terima kasih atas kepedulian PT Mayawana Persada terhadap kebersihan bagi para siswanya.

“Kegiatan ini sangat positif sekali. Semoga dengan kegiatan ini, siswa jadi lebih peduli pentingnya kebersihan seperti cuci tangan dan sikat gigi,” ujar Antonia.

Antonia juga berharap, SDN 12 Simpang Hulu akan terus mendapatkan perhatian dari PT Mayawana Persada. “Semoga kegiatan-kegiatan yang dilakukan PT Mayawana Persada di sekolah ini akan berkelanjutan,” harapnya.

Asisten CSR PT Mayawana Persada Kelvin J. Setiady mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pentingnya mengajarkan kebersihan sejak dini.

“Selain melakukan kegiatan sosialisasi sikat gigi dan cuci tangan bersih, kita juga mengadakan cek kesehatan gratis bagi warga dan ibu hamil, serta melakukan fogging,” pungkas Kelvin.

 

 

 

KETAPANG – Kesehatan ibu hamil harus menjadi perhatian serius. Hal itu perlu dilakukan untuk memastikan si ibu dan bayinya sehat. Sehingga proses persalinan nanti berjalan lancar.

Saat ini  di Desa Lelayang Tanjung, Kecamatan Simpang Hulu, Ketapang, terdapat beberapa ibu hamil yang tentu butuh perhatian mengenai kondisi kesehatannya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan ibu hamil, PT Mayawana Persada mengirimkan bidan bernama putri untuk melakukan cek kesehatan gratis para ibu hamil tersebut, Rabu (19/11/2025). Bidan Putri yang datang bersama rombongan disambut hangat warga Lelayang Tanjung yang ingin memeriksakan kesehatan kandungan dan bayinya.

Bidan Putri saat melakukan pemeriksaan kesehatan Ibu hamil

Dengan cekatan Bidan Putri melaksanakan tugasnya memeriksa kondisi kesehatan ibu hamil. Setidaknya ada lima ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. “Ini hamil anak ke berapa bu, dan berapa usia ibu,”sapa bidan Putri pada salah satu ibu hamil yang diperiksa.

“Anak yang ke enam bu, usia saya sekarang sekitar 46 tahun, “jawab ibu hamil tersebut.

“Oh, kalau bisa ini kehamilan yang terakhir ya bu, mengingat usia ibu sudah cukup rentan untuk mengandung,” pesan Bidan Putri pada ibu hamil yang disambut anggukan kepala.

Di sela-sela melakukan pemeriksaan kesehatan, Bidan Putri juga memberikan nasihat dan arahan mengenai batas usia rentan kehamilan, serta bagaimana menjaga pola makan untuk kesehatan ibu dan bayinya.

Salah seorang ibu hamil bernama Antonia Pasi yang juga seorang guru mengaku senang bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis dari PT Mayawana Persada.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepedulian PT Mayawana Persada terhadap kondisi kesehatan para ibu hamil. Semoga pemeriksaan gratis ini menjadikan kami  lebih siap lagi menghadapi persalinan nanti,” ujar Antonia.

Humas PT Mayawana Persada Petrus mengatakan, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis terhadap ibu hamil sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap keselamatan ibu dan bayi di Desa Lelayang Tanjung.

“Sebelumnya kami mendapat informasi dari karyawan di lapangan, banyak ibu hamil di Desa Lelayang Tanjung. Jadi kami pun berinisiatif untuk mengirim tenaga kesehatan kami guna melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para ibu hamil tersebut,”sebut Petrus.

Petrus menjelaskan, pengiriman tenaga kesehatan yakni Bidan ke Desa Lelayang Tanjung murni sebagai bentuk perhatian perusahaan terhadap kesehatan ibu hamil, karena Desa Lelayang Tanjung berada di kawasan konsesi PT Mayawana Persada.

“Saya juga berharap meski telah mendapat pemeriksaan dari bidan kami, ibu hamil tetap harus rutin melakukan pemeriksaan di Posyandu, demi kelancaran proses persalinan nanti. Kami sifatnya hanya membantu, untuk proses selanjutnya tetap harus dengan petugas puskesmas,” pungkasnya.

 

 

 

KETAPANG – Dua dosen Fakultas kehutananUniversitas Tanjung Pura (Untan) melakukan kunjungan ke lokasi Nursery (pembibitan) PT Mayawana Persada, akhir Agustus lalu. Keduanya, Prof. Dr. Ir Wiwik Ekayastuti M.Si, dan Dr. Ir Hanna Astuti Eka Mawanti M.Si, Kepala Laboratorium Fakultas Kehutanan (Fahutan) Untan.

Suasana mendadak heboh, saat kedua Dosen Fahutan Untan yang didampingi beberapa pegawai PT Mayawana Persada tersebut tiba di salah satu tempat Cutting atau proses pemotongan bibit akasia.

Pasalnya, Prof. Wiwik, Guru Besar Fahutan Untan ini,  bertemu dengan mantan mahasiswanya bernama Sarah yang saat ini bekerja di bagian pembibitan PT Mayawana Persada,  dengan jabatan Assistant Produksi Cutting Nursery.

“Saya alumnus Fahutan Untan dan mahasiswa ibu,” ujar Sarah yang disambut dengan raut wajah kaget namun sekaligus bangga Prof. Wiwik.

“Oh iya, jadi kamu sekarang kerja di sini, wah bagus sekali. Nah, sekarang gantian ajari saya,

 bagaimana cara dan proses cutting ini,” celetuk Prof Wiwik disambut tawa para pendamping dan pegawai lain yang ada di lokasi.

Dengan cekatan, Sarah menjelaskan kepada dosennya itu, mengenai proses cutting bibit akasia sebelum dipindahkan ke tray, tempat pembibitan. Mendengar penjelasan Sarah, Prof Wiwik dan Dr Hanna mengangguk puas.

Prof Wiwik mengaku kaget dan bangga bertemu dengan salah satu mantan mahasiswanya di PT Mayawana Persada. “Jujur saya kaget sekaligus bangga. Ada mantan mahasiswa saya kerja di sini jadi asisstant, perempuan lagi. Saya doakan dia selalu sukses di sini,” kata Prof Wiwik.

Untuk diketahui, Sarah merupakan salah satu karyawan di PT Mayawana dengan jabatan Asisten Produksi Cutting Nursery.  Anak kedua dari lima bersaudara itu telah bekerja di PT Mayawana sejak tahun 2023 atau tepatnya setelah ia lulus dari Fakultas Kehutanan, Universitas Tanjungpura.

Sarah mengaku dengan bekerja di PT Mayawana, dirinya banyak mendapatkan pengalaman yang tidak didapatnya di kampus. “Setelah kerja di Mayawana, saya juga bisa membantu meringankan ekonomi orag tua. Karena saya masih punya dua adik yang bersekolah,” ujar Gadis Asal Bengkayang, Kalbar tersebut.

Humas PT Mayawana Persada Yohanes Supriyadi mengatakan, jika mayoritas pekerja Nursery adalah warga sekitar konsesi perusahaan. ”Kita memang memberdayakan tenaga-tenaga lokal yang berada di sekitar konsesi untuk bekerja di Nursery. Termasuk juga banyak Alumnus Universitas di Kalbar yang bekerja di tempat kami, salah satunya Sarah yang merupakan Alumnus Untan,” kata Yohanes menjelaskan.