KAYONG UTARA – Warga Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara gembira dan  bisa bernafas lega. Mereka tak lagi mengalami kesulitan jika akan bepergian dengan kendaraan, baik roda dua atau pun roda empat.

Pasalnya, kondisi jalan yang selama ini mereka keluhkan, telah diperbaiki oleh PT Mayawana Persada yang merespon cepat permintaan warga Durian Sebatang.

“Saya ucapkan beribu terima kasih kepada PT Mayawana Persada yang telah merespon permintaan kami untuk dapat membantu perbaikan jalan,” ujar Sudin, selaku PJ Kepala Desa Durian Sebatang.

Dijelaskan Sudin, jalan sepanjang 1,7 kilometer tersebut, merupakan urat nadi ekonomi warga Desa Durian Sebatang.

“Selain untuk transportasi umum, jalan ini menjadi urat nadi ekonomi warga. Jadi dengan kondisi jalan yang bagus, warga bisa dengan mudah membawa hasil perkebunan dan lainnya,” sebut Sudin.

Kemudian lanjut Sudin, pihak PT Mayawana juga tidak hanya membantu perbaikan jalan, tapi juga melakukan normalisasi drainase sepanjang 3 kilometer. “Atas kepedulian tersebut, saya ucapkan terima kasih kepada PT Mayawana Persada,” sebutnya.

Asisten Infrastruktur PT Mayawana Persada Heronimus Rengga mengatakan, perbaikan jalan di Desa Durian Sebatang merupakan intruksi perusahaan guna merespon permintaan masyakarakat.

“Setelah sebelumnya kami lakukan survei kondisi jalan. Kemudian kami lakukan perbaikan. Panjang jalan tersebut sekitar 1,7 kilometer,” kata Rengga.

Selain perbaikan Jalan, PT Mayawana juga membantu pembuatan lapangan voli serta normalisasi drainase sepanjang 3 kilometer. “Untuk melakukan perbaikan jalan tersebut, kita juga mengerahkan dua alat berat serta dum truk ke lokasi,” jelasnya.

Rengga juga berharap dengan diperbaikinya jalan tersebut, transportasi warga kembali lancar, serta roda ekonomi di Desa Durian Sebatang perputarannya semakin berkembang.

“Semoga bantuan yang diberikan oleh PT Mayawana Persada dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi warga durian sebatang,” pungkasnya

 

Pontianak - Sebanyak 24 Mahasiswa Fakultas Kehutanan (Fahutan ) Universitas Tanjungpura (Untan), Pontianak, Kalimantan Barat, akan melakukan Magang kerja di PT Mayawana Persada. Para mahasiswa tersebut, bersamaan dengan mahasiswa yang magang di sejumlah perusahaan lain,  secara resmi dilepas Dekan Fahutan Untan Dr. Ir.  Farah Diba, S.Hut, M.Si, IPU, Selasa (23/9/2025) di Aula Meranti, Fahutan, Untan.

Kepada para mahasiswa, Dr Farah Diba berpesan supaya menjaga nama baik Untan khsususnya Fahutan saat menjalankan magang pada mitra strategis Fahutan. “Kalian adalah wajah Fahutan di tempat magang nanti. Jadi apa pun yang kalian lakukan akan dilihat sebagai mahasiswa Fahutan.  Magang bukan liburan, untuk itu kalian harus serius,” kata Farah Diba.

Dekan Fahutan yang Senin, 22/9/2025 lalu dilantik untuk jabatan ke dua periode 20025-2029 tersebut, melanjutkan pesannya pada mahasiswa peserta magang. “Kalian juga harus bangga karena terpilih untuk bisa magang di Perusahaan, mitra strategis Fahutan. Jadi sekali lagi saya ucapkan selamat magang dan semangat,” tegas Farah Diba.

Farah Diba juga mengucapkan terima kasih pada mitra strategis, karena menerima dengan tangan terbuka, mahasiswa Fahutan untuk magang di perusahaan masing-masing. “Kepada mitra strategis Fahutan, Untan, kami mohon mahasiswa kami dbimbing saat magang nanti. Semoga program ini bisa berkelanjutan untuk semester-semester berikutnya,” harap Farah Diba.

Pengelola Kampus Berdampak Fahutan, Untan, Munadian S.Hut, M.Agr mengatakan, ada 229 Mahasiswa Fahutan Untan yang akan magang di 36 mitra strategis Fahutan, di Kalimantan Barat. Dari jumlah itu, 139 diantaranya mahasiswi dan 90 orang mahasiswa. Untuk PT Mayawana Persada sendiri, ada 24 mahasiswa dan mahasiswi  yang magang di lokasi perusahaan di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Sementara itu, Human Resources Development (HRD) Yuni Yanti mengatakan, PT Mayawana Persada memang terbuka untuk para mahasiswa, juga pelajar, yang ingin magang di perusahaan tersebut. “Mahasiswa yang magang di PT Mayawana Persada, tidak hanya berasal dari perguruan tinggi di  Kalimantan Barat, tapi juga dari beberapa kampus di luar Kalbar yang magang,” kata Yuni.

“Semoga Kerjasama PT Mayawana Persada dengan Untan, khususnya Fahutan, akan terus terjalin dan berkelanjutan ke depannya,” kata Yuni, yang juga Alumnus Fahutanm, Untan tersebut. Menurut Yuni, mahasiswa Fahutan, Untan, yang magang kali ini, bukan pertama kali, tapi sudah berlangsung beberapa kali sejak PT Mayawana Persada beroperasi.*** 

KETAPANG – PT Mayawana Persada terus berkomitmen dan peduli pada dunia pendidikan untuk sekolah-sekolah  di sekitar areal kerja perusahaan. PT Mayawana Persada melanjutkan program yang sudah dimulai beberapa tahun lalu yaitu memberikan insentif kepada puluhan guru honorer.

Para guru honorer yang mengajar di sekolah-sekolah di wilayah operasional perusahaan menjadi perhatian utama PT Mayawana Persada. Sekitar 34 guru honorer akan  mendapatkan insentif tiap bulan.

Puluhan guru tersebut tersebar di beberapa desa yang berada di tiga kecamatan, diantaranya  Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang meliputi, Desa Sekucing Labai, Desa Sekucing Kualan, dan Desa Kualan Hilir.

Kemudian, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang yakni Desa Kampar Sebomban, Desa Semandang Kanan, serta Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten, Kayong Utara yaitu Desa Sungai Mata-mata.

Insentif bagi guru honorer tersebut diserahkan langsung pihak perusahaan, disaksikan Kepala Desa setempat serta pihak sekolah. Kepala Desa Kualan Hilir Lorensius Kiang  mengapresiasi bantuan insentif yang diberikan PT Mayawana Persada kepada para guru honorer.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Mayawana yang telah memberikan perhatian terhadap para honorer yang mengajar di sekolah desa kami. Semoga apa yang diberikan oleh Mayawana dapat menjadi motivasi para guru honorer untuk terus berkontribusi di dunia pendidikan,” kata Lorensius Kiang.

Marni Febrianti, guru honorer SMPN 8 Simpang Hulu mengaku terharu mendapat perhatian dari PT Mayawana Persada. ”Terima kasih PT Mayawana Persada atas bantuan insentifnya. Ini sangat bermanfaat buat kami,” kata Marni.

Asisstant Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mayawana Persada, Titania mengatakan, pemberian insentif pada puluhan guru honorer itu sudah rutin dilakukan PT Mayawana Persada sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. “Pemberian insentif ini memang sempat terhenti karena ada sesuatu dan lain hal. Tapi ke depan kita rutin lakukan lagi, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para guru honorer,” ujar Titania.

Menurut Titania, selain insentif pada guru honorer, PT Mayawana Persada juga memberikan bantuan fasilitas dan peralatan olahraga untuk sekolah-sekolah sekitar areal kerja perusahaan. “Untuk bantuan fasilitas dan perlengkapan olahraga, kita berikam untuk SDN 33 Selimbung, Desa Sekucing Kualan. Bantuan berupa Raket, Net, Gawang, Bola dan lainnya,” kata Titania.

Pemberian bantuan fasilitas dan perlengkapan olahraga lanjut Titania, diberikan setelah perusahaan mengunjungi sekolah tersebut dan melakukan dialog dengan para guru. “Dari hasil kunjungan kami dan dialog dengan para guru. Sekolah tersebut saat ini sangat membutuhkan fasilitas dan perlengkapan olahraga,” kata Titania menjelaskan.

 

 

Kayong Utara –  Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), PT Mayawana Persada memberi pelatihan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Para relawan yang berjumlah 10 orang tersebut berasal dari Desa Sungai Mata-mata, Kacematan Simpang Hilir, Kayong Utara.

Kegiatan disaksikan Kepala Desa Sungai Mata-Mata, Camat Simpang Hilir, KPH Kayong, Danramil Simpang Hilir, Polsek Simpang Hilir dan Wakil Ketua DPRD Kayong Utara. Selain memberi pelatihan, PT Mayawana Persada juga menyerahkan bantuan untuk para relawan MPA.

Bantuan tersebut berupa seperangkat alat pemadam kebakaran, seperti mesin pompa jinjing, selang hisap, nozzle dan lainnya. Kepala Desa Sungai Mata-Mata, Kartini menyambut baik kegiatan pelatihan Karhutla yang dilakukan PT Mayawana Persada.

Menurut Kartini, potensi Karhutla di daerahnya cukup tinggi. “Mudah-mudahan dengan adanya relawan MPA yang dilatih PT Mayawana Persada, Karhutla di daerah kami, bisa dicegah, atau berkurang, syukur-syukur hilang sama sekali,” kata Kartini.

Ketua MPA Desa Sungai Mata-Mata, Raden Japarani mengaku bangga bisa menjadi bagian dari relawan MPA. Raden mengatakan, tidak ada paksaaan atau iming-iming apa pun yang membuat dirinya bergabung menjadi relawan MPA.

“Saya jadi relawan MPA murni panggilan hati dan rasa peduli saya terhadap tingginya tingkat Karhutla di desa kami. Begitu juga dengan teman-teman yang lain. Semuanya murni panggilan hati untuk bergabung dalam MPA,” jelas Raden.

Humas PT Mayawana Persada Yohanes Supriyadi mengatakan, relawan MPA akan mendapat bimbingan serta panduan dari perusahaan apabila mengalami kesulitan dalam bertugas nanti.

“Yang jelas dengan dibentuknya relawan MPA, kami berharap tingkat kesadaran di masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Sehingga nanti tidak ada lagi warga yang membakar lahan di luar prosedur atau aturan saat membuka berladang,” kata Yohanes Supriyadi.

 

 

KETAPANG – Aula gedung Fiber Learning Academy (FLA) PT Mayawana Persada terlihat ramai oleh puluhan mahasiswa, Sabtu (30/8/2025) siang. Hadirnya para mahasiswa yang juga tengah magang di PT Mayawana Persada itu, guna mengikuti kegiatan kuliah umum yang digelar perusahaan.

Dua dosen bergelar Profesor dan Doktor dari Universitas Tanjung Pura (Untan) pun dihadirkan sebagai pemateri. Keduanya yakni Prof. Dr. Ir Wiwik Ekayastuti, M.Si dan Dr. Ir Hanna Artuti Eka  Mawanti M.Si.

 

Hadir sebagai pemateri pertama Dr. Ir. Hanna Artuti Eka Mawanti dengan topik Teknik Budidaya Acacia Crasicapra dan Eucalyptus dengan Inovasi Hayati.

Inti dari materi Dr. Hanna adalah memperkenalkan metode jamur mikoriza yang disebut juga pupuk hayati untuk digunakan dalam bibit pohon acacia (akasia).

Pemateri kedua yakni Prof. Wiwik Ekayastuti membawakan topik Pengendalian Hama dan Penyakit di Persemaian.

Dalam pemaparannya, Prof Wiwik menyebutkan pada dasarnya ada tiga yang perlu diperhatikan dalam metode pengendalian hama dan penyakit yaitu lembab, gelap dan pengap.

Kuliah umum yang dimulai pukul 14.00 WIB itu, berlangsung menarik karena  diselingi tanya jawab dari para mahasiswa dan beberapa karyawan perusahaan. Bahkan hingga 3 jam lebih waktu berjalan, para peserta tetap semangat untuk bertanya kepada pemateri.

Karena waktu menjelang maghrib, panitia akhirnya menutup sesi tanya jawab, meski masih banyak dari peserta yang mengangkat tangan untuk bertanya.

“Seru sekali, saya sangat senang dan semangat memberikan materi terhadap mahasiswa yang begitu antusias ini,” ujar Prof. Wiwik dikonfirmasi usai acara.

Prof. Wiwik juga mengapresiasi PT Mayawana Persada yang berinisiatif mengadakan kegiatan kuliah umum terhadap para mahasiswa magang di perusahaan. ”Luar biasa ini, saya usul, kalo bisa kegiatan seperti ini rutin dilakukan,” saran Prof. Wiwik sembari melempar senyum.

Hal senada juga dikatakan Dr. Hanna yang sempat mengaku kaget dengan kuliah umum yang ternyata diikuti banyak peserta.

”Saya awalnya mengira, kegiatan ini hanya diikuti oleh beberapa orang. Tapi ternyata pesertanya banyak. Jadi tambah semangat memberikan materi,” sebut Dr. Hanna.

Sementara salah satu mahasiswa magang yang mengikuti kuliah umum  mengaku senang mendapatkan ilmu tambahan dari pemateri yang didatangkan oleh perusahaan.

“Jujur saya senang sekali. Karena kegiatan ini bisa menambah wawasan terkait kegunaan jamur mikoriza serta masalah pengendalian hama dan penyakit di persemaian,” ujar Eko Hadi Mulki Wijaya, Mahasiswa magang asal Universitas Winaya Mukti (Unwim) Bandung, Jawa Barat.