KETAPANG – PT Mayawana Persada terus berkomitmen dan peduli pada dunia pendidikan untuk sekolah-sekolah  di sekitar areal kerja perusahaan. PT Mayawana Persada melanjutkan program yang sudah dimulai beberapa tahun lalu yaitu memberikan insentif kepada puluhan guru honorer.

Para guru honorer yang mengajar di sekolah-sekolah di wilayah operasional perusahaan menjadi perhatian utama PT Mayawana Persada. Sekitar 34 guru honorer akan  mendapatkan insentif tiap bulan.

Puluhan guru tersebut tersebar di beberapa desa yang berada di tiga kecamatan, diantaranya  Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang meliputi, Desa Sekucing Labai, Desa Sekucing Kualan, dan Desa Kualan Hilir.

Kemudian, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang yakni Desa Kampar Sebomban, Desa Semandang Kanan, serta Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten, Kayong Utara yaitu Desa Sungai Mata-mata.

Insentif bagi guru honorer tersebut diserahkan langsung pihak perusahaan, disaksikan Kepala Desa setempat serta pihak sekolah. Kepala Desa Kualan Hilir Lorensius Kiang  mengapresiasi bantuan insentif yang diberikan PT Mayawana Persada kepada para guru honorer.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Mayawana yang telah memberikan perhatian terhadap para honorer yang mengajar di sekolah desa kami. Semoga apa yang diberikan oleh Mayawana dapat menjadi motivasi para guru honorer untuk terus berkontribusi di dunia pendidikan,” kata Lorensius Kiang.

Marni Febrianti, guru honorer SMPN 8 Simpang Hulu mengaku terharu mendapat perhatian dari PT Mayawana Persada. ”Terima kasih PT Mayawana Persada atas bantuan insentifnya. Ini sangat bermanfaat buat kami,” kata Marni.

Asisstant Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mayawana Persada, Titania mengatakan, pemberian insentif pada puluhan guru honorer itu sudah rutin dilakukan PT Mayawana Persada sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. “Pemberian insentif ini memang sempat terhenti karena ada sesuatu dan lain hal. Tapi ke depan kita rutin lakukan lagi, sebagai bentuk kepedulian kami terhadap para guru honorer,” ujar Titania.

Menurut Titania, selain insentif pada guru honorer, PT Mayawana Persada juga memberikan bantuan fasilitas dan peralatan olahraga untuk sekolah-sekolah sekitar areal kerja perusahaan. “Untuk bantuan fasilitas dan perlengkapan olahraga, kita berikam untuk SDN 33 Selimbung, Desa Sekucing Kualan. Bantuan berupa Raket, Net, Gawang, Bola dan lainnya,” kata Titania.

Pemberian bantuan fasilitas dan perlengkapan olahraga lanjut Titania, diberikan setelah perusahaan mengunjungi sekolah tersebut dan melakukan dialog dengan para guru. “Dari hasil kunjungan kami dan dialog dengan para guru. Sekolah tersebut saat ini sangat membutuhkan fasilitas dan perlengkapan olahraga,” kata Titania menjelaskan.

 

 

Kayong Utara –  Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), PT Mayawana Persada memberi pelatihan relawan Masyarakat Peduli Api (MPA). Para relawan yang berjumlah 10 orang tersebut berasal dari Desa Sungai Mata-mata, Kacematan Simpang Hilir, Kayong Utara.

Kegiatan disaksikan Kepala Desa Sungai Mata-Mata, Camat Simpang Hilir, KPH Kayong, Danramil Simpang Hilir, Polsek Simpang Hilir dan Wakil Ketua DPRD Kayong Utara. Selain memberi pelatihan, PT Mayawana Persada juga menyerahkan bantuan untuk para relawan MPA.

Bantuan tersebut berupa seperangkat alat pemadam kebakaran, seperti mesin pompa jinjing, selang hisap, nozzle dan lainnya. Kepala Desa Sungai Mata-Mata, Kartini menyambut baik kegiatan pelatihan Karhutla yang dilakukan PT Mayawana Persada.

Menurut Kartini, potensi Karhutla di daerahnya cukup tinggi. “Mudah-mudahan dengan adanya relawan MPA yang dilatih PT Mayawana Persada, Karhutla di daerah kami, bisa dicegah, atau berkurang, syukur-syukur hilang sama sekali,” kata Kartini.

Ketua MPA Desa Sungai Mata-Mata, Raden Japarani mengaku bangga bisa menjadi bagian dari relawan MPA. Raden mengatakan, tidak ada paksaaan atau iming-iming apa pun yang membuat dirinya bergabung menjadi relawan MPA.

“Saya jadi relawan MPA murni panggilan hati dan rasa peduli saya terhadap tingginya tingkat Karhutla di desa kami. Begitu juga dengan teman-teman yang lain. Semuanya murni panggilan hati untuk bergabung dalam MPA,” jelas Raden.

Humas PT Mayawana Persada Yohanes Supriyadi mengatakan, relawan MPA akan mendapat bimbingan serta panduan dari perusahaan apabila mengalami kesulitan dalam bertugas nanti.

“Yang jelas dengan dibentuknya relawan MPA, kami berharap tingkat kesadaran di masyarakat terhadap bahaya Karhutla semakin meningkat. Sehingga nanti tidak ada lagi warga yang membakar lahan di luar prosedur atau aturan saat membuka berladang,” kata Yohanes Supriyadi.

 

 

KETAPANG – Aula gedung Fiber Learning Academy (FLA) PT Mayawana Persada terlihat ramai oleh puluhan mahasiswa, Sabtu (30/8/2025) siang. Hadirnya para mahasiswa yang juga tengah magang di PT Mayawana Persada itu, guna mengikuti kegiatan kuliah umum yang digelar perusahaan.

Dua dosen bergelar Profesor dan Doktor dari Universitas Tanjung Pura (Untan) pun dihadirkan sebagai pemateri. Keduanya yakni Prof. Dr. Ir Wiwik Ekayastuti, M.Si dan Dr. Ir Hanna Artuti Eka  Mawanti M.Si.

 

Hadir sebagai pemateri pertama Dr. Ir. Hanna Artuti Eka Mawanti dengan topik Teknik Budidaya Acacia Crasicapra dan Eucalyptus dengan Inovasi Hayati.

Inti dari materi Dr. Hanna adalah memperkenalkan metode jamur mikoriza yang disebut juga pupuk hayati untuk digunakan dalam bibit pohon acacia (akasia).

Pemateri kedua yakni Prof. Wiwik Ekayastuti membawakan topik Pengendalian Hama dan Penyakit di Persemaian.

Dalam pemaparannya, Prof Wiwik menyebutkan pada dasarnya ada tiga yang perlu diperhatikan dalam metode pengendalian hama dan penyakit yaitu lembab, gelap dan pengap.

Kuliah umum yang dimulai pukul 14.00 WIB itu, berlangsung menarik karena  diselingi tanya jawab dari para mahasiswa dan beberapa karyawan perusahaan. Bahkan hingga 3 jam lebih waktu berjalan, para peserta tetap semangat untuk bertanya kepada pemateri.

Karena waktu menjelang maghrib, panitia akhirnya menutup sesi tanya jawab, meski masih banyak dari peserta yang mengangkat tangan untuk bertanya.

“Seru sekali, saya sangat senang dan semangat memberikan materi terhadap mahasiswa yang begitu antusias ini,” ujar Prof. Wiwik dikonfirmasi usai acara.

Prof. Wiwik juga mengapresiasi PT Mayawana Persada yang berinisiatif mengadakan kegiatan kuliah umum terhadap para mahasiswa magang di perusahaan. ”Luar biasa ini, saya usul, kalo bisa kegiatan seperti ini rutin dilakukan,” saran Prof. Wiwik sembari melempar senyum.

Hal senada juga dikatakan Dr. Hanna yang sempat mengaku kaget dengan kuliah umum yang ternyata diikuti banyak peserta.

”Saya awalnya mengira, kegiatan ini hanya diikuti oleh beberapa orang. Tapi ternyata pesertanya banyak. Jadi tambah semangat memberikan materi,” sebut Dr. Hanna.

Sementara salah satu mahasiswa magang yang mengikuti kuliah umum  mengaku senang mendapatkan ilmu tambahan dari pemateri yang didatangkan oleh perusahaan.

“Jujur saya senang sekali. Karena kegiatan ini bisa menambah wawasan terkait kegunaan jamur mikoriza serta masalah pengendalian hama dan penyakit di persemaian,” ujar Eko Hadi Mulki Wijaya, Mahasiswa magang asal Universitas Winaya Mukti (Unwim) Bandung, Jawa Barat.

Pontianak - Dekan Fakultas Kehutanan, Universitas Kehutanan, Dr.Ir. Farah Diba, S.Hut, M.Si secara resmi melepas tim survey yang akan melakukan penelitian di hutan wilayah kerja PT Mayawana Persada di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat. Upacara pelepasan berlangsung di kampus Fahutan Untan, Senin, 25 Agustus 2025.

Survey yang dilakukan tim Fahutan, Untan, tersebut meliputi tiga topik yaitu soal HCV (High Carbon Value), HCS (High Carbon Stock), dan Monev Orang Utan. Survey di

Pelepasan tim survey itu, selain dihadiri jajaran Fahutan Untan, juga hadir Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kalbar, Murlan Dameria Pane, S.Hut,M.Si. Kepala BKSDA Kalbar menyambut baik program yang dilakukan atas kerjasama PT Mayawan Persada dengan Fakultas Kehutanan Untan tersebut.

“Kita perlu tahu sebaran Orang Utan yang bermukim di areal konservasi PT Mayawana Persada. Karena Orang Utan sebagai isu seksi di dunia perlu mendapat perhatian kita semua,”kata Murlan Dameria Pane.

Menurut Murlan Pane, melalui program kerjasama PT Mayawana Persada dengan Fahutan Untan ini, akan terekam juga penghuni hutan selain Orang Utan. “Kami sangat berharap dari data yang didapat nanti, bisa disusun strategi perlindungan dan pelestarian Orang Utan dan flola fauna lain yang hidup di alam hutan Kalbar,” katanya.

Sementara itu, Dekan Fahutan Untan Dr. Farah Diba menekankan pentingnya data tentang Orang Utan karena Kalbar belum memiliki data menyeluruh. “Jadi survey yang kita lakukan ini sangat penting dan strategis,”kata Farah Diba, yang pekan lalu terpilih kembali sebagai Dekan Fahutan Untan. (maria)

 

 

 

Pundi – Prof. Dr.Ir.H. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU, Guru Besar Fakultas Kehutanan, (Fahutan), Universitas Tanjungpura (Untan), selama tiga hari (20-23 Agustus 2025), mengunjungi PT Mayawana Persada di Simpang Hulu, Ketapang, Kalimantan Barat.

Prof. Gusti mendapat penjelasan terkait teknik pembibitan di Pusat Pembibitan PT Mayawana Persada

Kunjungan tersebut berkaitan dengan persiapan pelaksanaan survey yang akan dilakukan tim Fahutan Untan, di kawasan hutan PT Mayawana Persada. Survey tersebut memperioritaskan pada tiga obyek yaitu, soal stok karbon tinggi, (High Carbon Stock), karbon bernilai tinggi (High Carbon Value), dan Monev Orang Utan.

Kunjungan Guru Besar Fahutan Untan tersebut dimulai dari Pusat Pembibitan PT Mayawana Persada (Mayawana Central Nursery –MCN). Di areal pembibitan, Prof. Deden, begitu nama akrab Prof. Gusti itu, mendapat penjelasan oleh Ir. Dadang Damas, Manager MCN PT Mayawana Persada.

Di areal seluas lebih dari 20 hektarare itu, menurut Dadang, dihasilkan sekitar 40 juta bibit siap tanam per tahun. Bibit itu terdiri dari dua jenis yaitu, Acacia crassicarpa, dan eucalyptus, untuk ditanam di areal konsesi PT Mayawana Persada.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Deden ditemani Hairil Anwar dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalimantan Barat beserta staf. Selain mengunjungi MCN, Prof. Gusti dan tim juga melihat fasilitas lain di PT Myawana Persada.

Setelah dari Nursery,  Prof. Deden dan tim melihat Foresty Learning Academy (FLA) pusat pelatihan di estate Pundi, melihat instalassi air bersih yang hasilnya bisa langsung diminum, dan juga bertemu dengan Kepala Desa yang wilayah mereka  berada di sekitar areal PT Mayawana Persada.

Prof. Gusti mendapat paparan terkait proses pembuatan media tanam bibit di MCN PT Mayawana Persada

Selain itu tim juga mengunjungi transek Orang Utan yang menjadi salah satu titik pengamatan Orang Utan yang dilakukan tim Untan. “Ini sangat luar biasa yang dilakukan PT Mayawana Persada,” kata Prof. Deden takjub. “Keep the good job dan tetap semangat membangun pengelolaan fiber business HTI yang lestari,” tulis Prof. Deden yang dikirimkan pada Tim PT Mayawana Persada.

Pagi hari, sebelum bertolak kembali ke Pontianak pada malamnya, Prof. Deden dan juga Hairil Anwar dari DLHK Kalbar, menanam pohon kenangan di area Tembawang, milik PT Mayawana Persada.

Prof. Dr.Ir.H. Gusti Hardiansyah, M.Sc, QAM, IPU, yang juga Ketua ICMI Kalbar tersebut, menancapkan kata-kata mutiara pada bibit durian yang ditanamannya. Isinya: “Jika Anda ingin sukses, mulailah dengan mengambil langkah kecil”. (Maria)