ESGOperasional & Kegiatan Lapangan

Membaca Medan dari Langit: Solusi Teknologi PT Mayawana Persada dalam Mitigasi Karhutla

Manggala Agni PT Mayawana Persada

PT Mayawana Persada mengintegrasikan drone, citra satelit Sipongi, dan patroli darat untuk deteksi dini dan pencegahan Karhutla di Kalbar.

KETAPANG, KALIMANTAN BARAT – Ketika jalur tanah patroli berubah menjadi lintasan berlumpur dan vegetasi rapat membatasi pandangan, akses menuju lokasi yang dicurigai menjadi tantangan. Dari kejauhan, kepulan asap terlihat, namun sumber apinya belum dapat dipastikan.


Untuk mendapatkan gambaran kondisi tanpa mengambil risiko keselamatan di medan yang sulit, tim patroli PT Mayawana Persada menerbangkan pesawat nirawak (drone). Dalam hitungan menit, perangkat dari udara ini memberikan informasi presisi mengenai posisi titik asap, jalur akses tercepat, hingga titik sumber air terdekat untuk persiapan tindakan pemadaman. Selain itu Tim Fire juga melakukan pemantauan dengan CCTV yang dipasang di Tower setinggi 40 meter - 50 meter di beberapa titik area PT Mayawana Persada.



Sipongi jadi salah satu andalan menemukan hotspot


Kolaborasi Teknologi Aerial, Satelit, dan Verifikasi Lapangan

Di PT Mayawana Persada, penggunaan drone telah menjadi bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) patroli harian. Penggunaan teknologi udara ini selalu berjalan berdampingan dengan verifikasi darat (ground check).


Ketika titik asap terdeteksi, tim tidak langsung menyimpulkan terjadi kebakaran di area tanaman industri. Tim melakukan verifikasi langsung untuk memastikan apakah asap berasal dari lahan konsesi atau aktivitas pembukaan kebun warga lokal.


Pemantauan juga diperkuat melalui sistem deteksi dini berbasis citra satelit Sipongi dari Kementerian LHK. Namun, verifikasi lapangan tetap menjadi kunci.


"Verifikasi fisik mutlak dilakukan karena titik panas (hotspot) pada citra satelit terkadang merupakan pantulan atap seng pemukiman warga," ujar perwakilan Tim Sustainability perusahaan.


Mayawana Persada gunakan drone sebagai mata udara


Membaca Medan Sebelum Mengambil Keputusan

Visual presisi dari udara memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi lapangan sebelum tim darat bergerak. Tim dapat memetakan posisi sumber air, jenis vegetasi, batas kawasan tanaman industri, area konservasi, hingga titik bahan bakar alami.


Pengenalan situasi ini memungkinkan tim mengambil keputusan pemadaman secara cepat dan terukur, terutama saat menangani potensi rembetan api di musim kemarau.


Guna menunjang kesiapsiagaan, setiap unit patroli dibekali dengan drone beserta baterai cadangan, mesin pemadam portabel, selang, serta perlengkapan pendukung operasional lengkap



Komitmen Perlindungan Hutan Berkelanjutan

Dengan mengombinasikan teknologi deteksi dini dari udara dan kesiapan personel darat, PT Mayawana Persada berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas mitigasi Karhutla. Ke depan, perusahaan berencana memperbarui sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan dengan menambahkan kamera thermal pada menara pemantau untuk memperkuat benteng pencegahan kebakaran di Kalimantan Barat.


FAQ

Mengapa PT Mayawana Persada menggunakan drone dalam patroli pencegahan Karhutla?

Drone digunakan untuk menjangkau medan sulit atau terisolasi secara cepat, memetakan posisi titik asap, menentukan rute akses terbaik, serta mencari sumber air terdekat secara real-time.

Apakah titik panas (hotspot) dari satelit Sipongi langsung diartikan sebagai kebakaran hutan?

Tidak. Setiap hotspot yang terdeteksi satelit wajib diverifikasi langsung melalui ground check oleh tim darat untuk memastikan sumber panas sebenarnya.