ESGCSR & Komunitas

Menanam Harapan melalui Pendidikan

Menanam Harapan lewat Pendidikan

PT Mayawana Persada mendukung pendidikan desa pelosok melalui insentif 54 guru honorer, renovasi sekolah, program Mayawana Mengajar, dan rencana beasiswa jangka panjang.

Pagi baru saja dimulai di salah satu sudut desa di kawasan konsesi PT Mayawana Persada, ditandai dengan riuh suara anak-anak sekolah dasar yang tengah belajar di ruang kelas sederhana. Di balik tawa dan semangat mereka, tersimpan realita keterbatasan infrastruktur dan minimnya tenaga pengajar berstatus pegawai tetap. Bagi perusahaan, kondisi ini adalah panggilan untuk memastikan generasi penerus desa tetap memiliki akses pendidikan yang layak.


Asisten Corporate Social Responsibility (CSR) PT Mayawana Persada, Veronika Bella Cynthia, meyakini bahwa pendidikan adalah fondasi penentu masa depan masyarakat. "Kita ingin ada keberlanjutan pendidikan, jangan sampai anak-anak di sini terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan fasilitas," ungkap Bella.


IMG 20251119 WA0127


Mayawana Mengajar dan Dukungan Tenaga Pendidik

Untuk menjembatani celah pendidikan dasar, perusahaan menginisiasi program Mayawana Mengajar. Tim relawan perusahaan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan dasar-dasar bahasa Inggris, mulai dari alfabet hingga kosakata sederhana. Program ini juga menyisipkan edukasi perilaku hidup bersih, seperti tata cara menyikat gigi yang benar.


Selain edukasi, perusahaan membagikan perlengkapan sekolah dasar dan tumbler minuman. Pembagian tumbler ini secara khusus ditujukan untuk mengedukasi anak-anak agar mengurangi penggunaan botol plastik bekas secara berulang.


Namun, program belajar tidak akan berjalan tanpa dedikasi para pengajar. Menyadari bahwa sebagian besar sekolah pelosok digerakkan oleh tenaga honorer, PT Mayawana Persada memberikan insentif rutin kepada 54 guru honorer yang tersebar dari wilayah Estate Ketapang hingga Estate Kayong.


Dukungan juga menyentuh aspek infrastruktur. Bekerja sama dengan pemerintah desa setempat, perusahaan merenovasi plafon, mengganti gagang pintu, dan mengecat ulang ruang kelas di SDN 14 yang sebelumnya dinilai kurang layak pakai.


IMG 1658



Membuka Jalan Melalui Beasiswa dan Kesetaraan

Interaksi langsung di lapangan terus memicu gagasan baru. Minat besar anak-anak terhadap seni memunculkan wacana pembentukan sanggar tari sebagai wadah pengembangan bakat dan kepercayaan diri.


Ke depan, dukungan CSR di bidang pendidikan ini akan diperluas. Saat ini, tim tengah menyusun mekanisme beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. "Kami merancang beasiswa jangka panjang. Jika mereka masuk SMA, kami dukung sampai lulus, bahkan diusahakan hingga perguruan tinggi agar kelak mereka bisa kembali membangun desanya," tegas Bella.


Asisten Social, Security, and License (SSL), Petrus Litang, menambahkan bahwa perusahaan juga mendata warga putus sekolah atau buta aksara untuk difasilitasi dalam program pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C). Seluruh inisiatif ini dikoordinasikan secara ketat dengan perangkat desa dan sekolah untuk menghindari tumpang tindih program.


Melalui langkah-langkah nyata yang dijalankan secara konsisten, PT Mayawana Persada berupaya membuktikan bahwa investasi terbaik bagi sebuah kawasan industri bukanlah sekadar infrastruktur jalan, melainkan terbukanya akses pengetahuan bagi anak-anak di sekitarnya.


FAQ

Bagaimana PT Mayawana Persada mendukung akses pendidikan di sekitar wilayah operasional?

PT Mayawana Persada menjalankan program pendidikan terintegrasi yang mencakup pemberian insentif bagi 54 guru honorer di Estate Ketapang hingga Kayong, serta renovasi fisik bangunan sekolah seperti SDN 14. Melalui inisiatif "Mayawana Mengajar", karyawan turun langsung memberikan pelajaran bahasa Inggris dasar dan penyuluhan kesehatan. Ke depan, perusahaan merancang program beasiswa jangka panjang hingga perguruan tinggi dan akses pendidikan kesetaraan (Paket A, B, C) bagi warga putus sekolah.