From The CompanyOperasional & Kegiatan Lapangan

Ecological Management: Menjaga Sempadan Sungai dan Membentengi Kehidupan

Screenshot 2026 09 21 at 10.46.13

Temukan bagaimana PT Mayawana Persada menerapkan ecological management untuk melindungi sempadan sungai, kualitas air, dan perikanan lokal di Kalimantan.

PT Mayawana Persada mengalokasikan kawasan konservasi sempadan sungai melalui penerapan ecological managementyang ketat guna menjaga kualitas air, biodiversitas, dan sumber daya perikanan masyarakat lokal.


Dalam tata kelola konsesi kehutanan, sempadan sungai memegang peranan krusial yang melampaui fungsi garis batas wilayah. Area penyangga alami ini bertindak sebagai benteng ekosistem yang menjaga kelangsungan fungsi tata air, stabilitas tanah tepi sungai, serta keanekaragaman hayati di sekitarnya.


Di PT Mayawana Persada, komitmen perlindungan sempadan sungai diintegrasikan sejak tahap perencanaan ruang melalui Rencana Kerja Usaha (RKU) dan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Dari total areal konsesi seluas 138.000 hektare, perusahaan telah menetapkan sekitar 37.000 hektare sebagai kawasan konservasi dan lindung, dengan rencana perluasan hingga 51–52 ribu hektare pada perpanjangan RKU mendatang.


Fungsi Ekologis dan Penjaga Penghidupan Warga

Sempadan sungai memiliki fungsi ganda: menjaga kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberangkatan ekonomi masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada ekosistem perairan.


Asisten Kepala (Askep) Sustainability PT Mayawana Persada, Muharjan, menjelaskan bahwa keberadaan area penyangga ini berdampak langsung pada kehidupan warga desa sekitar. "Sempadan sungai menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar yang mencari ikan dan udang. Kawasan ini berfungsi sebagai buffer antara area tanam dan badan air guna menyaring aliran permukaan (run-off) sehingga kualitas air sungai tetap terjaga," terangnya.


Untuk memastikan zona penyangga ini tidak terganggu aktivitas operasional, perusahaan menerapkan perlindungan berlapis di lapangan. Tim teknis terlebih dahulu memetakan alur sungai dan memasang patok batas kawasan lindung. Selain itu, pohon-pohon di sepanjang batas diberi tanda cat merah sebagai garis larangan melintas bagi alat berat maupun aktivitas penebangan.


Jika ditemukan bagian sempadan yang mengalami kekosongan tutupan, tindakan rehabilitasi segera dilakukan melalui penanaman kembali (enrichment) jenis pohon hutan lokal seperti meranti dan durian hutan.


Pemantauan Berkala dan Kepatuhan Baku Mutu Lingkungan

Keberhasilan fungsi konservasi dipastikan melalui pemantauan berkala terhadap tutupan vegetasi, keanekaragaman satwa, dan parameter air.


Analisis vegetasi dijalankan setiap enam bulan untuk mengukur kerapatan dan indeks keanekaragaman hayati. Sementara itu, pemantauan satwa liar diperkuat dengan penempatan camera trap sejak Agustus 2025. Asisten Sustainability, Charia Salasari, mengonfirmasi bahwa kawasan lindung yang terjaga terbukti menjadi habitat aman bagi satwa endemik seperti orangutan, beruang madu, dan kijang.


Pengujian kualitas perairan juga dilakukan secara berkala melalui pengambilan sampel air dua kali setahun untuk diuji di laboratorium independen. Data pemantauan ini dilaporkan resmi dalam dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).


Konsistensi tata kelola lingkungan ini membawa perusahaan meraih predikat Biru selama dua tahun berturut-turut dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dari pemerintah. Pencapaian ini mengonfirmasi bahwa seluruh parameter baku mutu lingkungan berada dalam kondisi aman dan memenuhi regulasi.


Pemberdayaan dan Komunikasi Inklusif dengan Desa

Perlindungan sempadan sungai bergantung pada sinergi yang kuat dengan masyarakat sekitar. Karena itu, penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) selalu diawali dengan dialog terbuka bersama pemerintah desa dan tokoh setempat. Kolaborasi ini diwujudkan secara nyata di lapangan melalui patroli bersama serta edukasi publik mengenai keberadaan flora dan fauna yang dilindungi.


Pengelolaan sempadan sungai yang konsisten membuktikan bahwa aktivitas industri kehutanan dapat berjalan beriringan dengan perlindungan sumber daya air dan peningkatan taraf hidup warga lokal melalui pendekatan ecological management yang terukur.



FAQ

Mengapa perlindungan sempadan sungai krusial di PT Mayawana Persada melalui ecological management?

Sempadan sungai berfungsi sebagai zona penyangga (buffer zone) alami yang menyaring aliran permukaan (run-off) dan mencegah pencemaran badan air. Dari total konsesi seluas 138.000 hektare, PT Mayawana Persada telah menetapkan sekitar 37.000 hektare (yang diproyeksikan bertambah hingga 51–52 ribu hektare) sebagai kawasan konservasi dan lindung. Area ini dijaga ketat untuk melestarikan sumber daya perikanan warga lokal, menjaga suplai air bersih, serta melindungi habitat satwa langka seperti orangutan, beruang madu, dan kijang.