Mendorong Kemandirian Petani Lewat Pelatihan Budidaya Ayam Pedaging di Kualan Hilir

PT Mayawana Persada memperkuat kapasitas usaha kelompok tani lokal melalui pelatihan teknis tata kelola kandang, fase brooding, dan manajemen pakan terstandar.
KETAPANG, KALIMANTAN BARAT — Keberhasilan penguatan ekonomi pedesaan di sekitar konsesi berpijak pada peningkatan keterampilan teknis para petani lokal. Sebagai langkah nyata mendorong diversifikasi mata pencarian warga, PT Mayawana Persada menggelar pelatihan budidaya ayam pedaging (broiler) bagi kelompok tani di Desa Kualan Hilir, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang.
Asisten Program Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Konsesi PT Mayawana Persada, Linda, memaparkan bahwa pelatihan ini ditargetkan khusus bagi para peternak yang tergabung dalam kelompok tani terdaftar di Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
"Tujuan pelatihan ini adalah mentransfer pengetahuan budidaya ayam pedaging yang baik dan benar. Kita ingin petani memahami bahwa beternak unggas bukan sekadar membiarkan ayam hidup, melainkan menerapkan standar manajemen peternakan yang produktif," ungkap Linda.
Penguasaan Fase Kritis dan Manajemen Pakan
Dalam materi pelatihan, penekanan utama diberikan pada perawatan intensif ayam usia 0 hingga 7 hari (brooding period), yang merupakan tahap paling rentan dalam siklus hidup ayam pedaging.
"Berdasarkan pengalaman lapangan, periode 0–7 hari adalah masa paling krusial yang menentukan angka kelangsungan hidup ternak. Melalui sesi ini, petani diajarkan tata kelola suhu kandang, sirkulasi udara, serta pengaturan jadwal dan nutrisi pakan yang tepat agar pertumbuhan ayam optimal pada fase berikutnya," tambah Linda.
Kolaborasi Instruktur Pemerintah Daerah
Pelatihan ini menghadirkan Pengawas Bibit Ternak dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, Dominiko, sebagai narasumber utama. Dominiko mengapresiasi inisiatif perusahaan dalam membina kelompok tani secara langsung di tingkat tapak.
"Harapan kami, kelompok tani binaan ini secara bertahap mampu bergerak ke arah kemandirian tanpa bergantung terus-menerus pada pasokan bantuan. Pendekatan edukasi semacam ini selaras dengan cita-cita bersama untuk menciptakan masyarakat desa yang berdaya saing dan sejahtera," terang Dominiko.
Antusiasme Peternak Lokal
Bagi para peserta, materi pelatihan membuka wawasan baru yang mengubah pola beternak tradisional menjadi lebih terukur. Perwakilan Kelompok Tani Cahaya Mitra, Sesilia Setiana, menyambut antusias materi yang diberikan.
"Selama ini kami hanya beternak ayam secara otodidak berdasarkan kebiasaan lama. Lewat pelatihan ini, kami akhirnya memahami teknik pemeliharaan, sanitasi, dan manajemen kesehatan ayam yang sesuai standar teknis," tutur Sesilia.
Hal senada diungkapkan Anita Theresia Fransiska dari Kelompok Tani Setontong Jaya Jemar. Ia menyadari pentingnya pembenahan fisik kandang agar produktivitas ternak meningkat.
"Kami jadi paham bahwa struktur kandang yang kami gunakan sebelumnya masih perlu banyak perbaikan agar memenuhi standar kesehatan ternak. Kami berharap kemitraan dengan perusahaan terus berlanjut, baik dalam penyempurnaan fasilitas kandang maupun sarana pendukung pakan dan minum," ujar Anita.
Melalui pendampingan teknis yang terarah dan kemitraan bersama instansi pembina daerah, PT Mayawana Persada berkomitmen memperkuat kapasitas agrobisnis kelompok tani di pedesaan Kalimantan Barat.
FAQ
Siapa sasaran peserta pelatihan budidaya ayam pedaging PT Mayawana Persada?
Pelatihan ini ditujukan bagi kelompok tani lokal yang telah terdaftar resmi dalam Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan) di Desa Kualan Hilir, Kecamatan Simpang Hulu.
Materi apa saja yang dipelajari dalam pelatihan budidaya unggas ini?
Materi mencakup tata kelola pemeliharaan fase kritis usia 0–7 hari (brooding), standardisasi struktur dan ventilasi kandang, manajemen pakan bernutrisi, hingga teknik sanitasi pencegahan penyakit.
Siapa narasumber ahli yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut?
Pelatihan menghadirkan Dominiko, Pengawas Bibit Ternak dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, sebagai instruktur teknis lapangan.



