Peduli Stunting, Mayawana Gelar Sosialisasi dan Bantu Makanan Tambahan bagi Anak

Tim CSR PT Mayawana Persada saat melakukan sosialisasi stunting di Desa Sekucing Kualan

KETAPANG – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama, terutama masa 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia sekitar tiga tahun.

Untuk menekan jumlah stunting pada anak, PT Mayawana Persada melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya pencegahan stunting di Desa Kualan Hilir dan Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Selain melakukan sosialisasi, PT Mayawana Persada juga memberikan bantuan makanan tambahan pada beberapa anak yang disinyalir mengalami stunting. Dalam kegiatan tersebut, selain membawa tenaga medis dari perusahaan, PT Mayawana Persada juga menggandeng tenaga medis yang bertugas di wilayan tersebut, seperti bidan desa dan perawat.

Kepala Desa Sekucing Kualan Yermiarim menyambut baik program CSR pengurangan stunting dari PT Mayawana Persada.

“Program ini bagus dan sangat bermafaat bagi anak-anak di wilayah kami. Sehingga bisa menekan dan mengurangi stunting. Syukur-syukur menghapusnya,” ujar pria yang akrab disapa Ami tersebut.

Lorensius Kiang juga berharap, program CSR dari PT Mayawana Persada ini terus berkelanjutan untuk memerangi stunting di wilayahnya.

“Saya akan dukung penuh program ini. Kami juga akan membantu dan mendampingi dalam pelaksanaan progam menekan dan mencegah stunting ini,” sebut Ami.

Sementara Asisten CSR PT Mayawana Persada Kelvin J Setyadi mengatakan, program stunting ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan anak-anak yang ada di wilayah konsesi perusahaan.

Menurut Kelvin, anak yang mengalami stunting biasanya, memiliki tinggi badan lebih rendah dibanding anak susianya.

“Namun dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik saja, melainkan juga mempengaruhi pertumbuhan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Untuk itu Stunting ini harus kita perangi,” pungkasnya.

 

 

 

Editor01