ESGCSR & Komunitas

Menumbuhkan Harapan Baru Masyarakat Lokal melalui Pemberdayaan Persemaian

Picture21

Pusat persemaian (central nursery) PT Mayawana Persada menyerap hingga 400 tenaga kerja lokal, memberdayakan perempuan, dan memberikan pelatihan dan Beasiswa.

Pengelolaan hutan berkelanjutan pada hakikatnya bukan tentang merawat pepohonan semata, melainkan juga membangun kehidupan manusia di sekitarnya. Bagi PT Mayawana Persada yang beroperasi di wilayah Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, Kalimantan Barat, keberhasilan menjaga kawasan konsesi sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat lokal turut tumbuh dan merasakan manfaat keberadaannya.


Pendekatan sosial ini diwujudkan melalui kemitraan erat dengan berbagai sub-suku Dayak yang tersebar di 12 desa dan 24 dusun di sekitar area operasional. Direktur & Operational Head PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, menekankan bahwa setiap wilayah memiliki karakter adat yang berbeda sehingga memerlukan formula pendekatan yang tepat. 

"Tantangan terbesar kami adalah memberikan perlakuan yang sesuai dengan kearifan lokal masing-masing desa agar operasional perusahaan dan kehidupan masyarakat dapat berjalan beriringan," ungkapnya.

Pusat perdamaian Mayawana Persada



Central Nursery: Pusat Pembibitan dan Pemberdayaan Perempuan

Wujud investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun masyarakat tercermin pada pembangunan fasilitas central nursery (sentral persemaian). Selain berfungsi sebagai penyedia bibit tanaman industri secara mandiri, fasilitas ini menjadi pusat penyerapan tenaga kerja dan pengembangan keterampilan bagi warga lokal.


Saat ini, central nursery melibatkan sekitar 300 hingga 400 pekerja lokal, melengkapi fasilitas persemaian cabang sebelumnya yang telah menyerap sekitar 150 tenaga kerja.


Program pemberdayaan di persemaian memiliki dampak sosial yang signifikan:

  • Inklusi Gender: Sebanyak 60 persen pekerja persemaian merupakan perempuan dan ibu rumah tangga. 
  • Pelatihan Keterampilan (Up-skilling): Sekitar 40 hingga 45 persen pekerja perempuan bergabung tanpa keterampilan khusus (non-skill). Perusahaan memberikan pelatihan terstruktur secara konsisten hingga mereka mahir. 
  • Peningkatan Perekonomian Keluarga: Akses lapangan kerja ini memberikan penghasilan mandiri bagi ibu rumah tangga untuk menopang kebutuhan harian serta membiayai pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi. 


Keterbukaan Karier dan Dukungan Pendidikan Generasi Muda

Pengembangan sumber daya manusia di PT Mayawana Persada mengusung prinsip meritokrasi yang terbuka bagi seluruh karyawan. Peningkatan kapasitas didukung oleh pusat pelatihan internal Fiber Learning Academy, yang menjadi sarana diskusi dan peningkatan keahlian bagi tenaga kerja.


Iwan Budiman membagikan pengalaman pribadinya sebagai bukti nyata keterbukaan jenjang karier perusahaan. "Saya sendiri merintis dari nol, mulai dari posisi asisten, asisten kepala, manajer, senior manajer, operation head, GM, hingga dipercaya menjadi direktur. Semua dicapai melalui proses dan kompetensi," tegasnya.


Prinsip kesetaraan ini juga berlaku bagi generasi muda di sekitar konsesi. Anak-anak dari pekerja lokal yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi mendapatkan kesempatan yang sama melalui proses rekrutmen terbuka untuk menjadi karyawan tetap. Selain itu, perusahaan menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anak karyawan serta warga desa sekitar guna mencetak generasi penerus yang berdaya saing.


IMG 9222



Melalui integrasi antara persemaian bibit, pelatihan keterampilan, dan beasiswa pendidikan, PT Mayawana Persada memastikan bahwa masa depan hutan dibangun bersama masyarakat yang tumbuh dan berkembang di sekitarnya.


FAQ

Bagaimana PT Mayawana Persada memberdayakan masyarakat lokal di sekitar konsesi?

Keberhasilan pengelolaan hutan di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara berpusat pada penyerapan tenaga kerja lokal di fasilitas central nursery yang melibatkan 300–400 pekerja, di mana 60% di antaranya adalah perempuan/ibu rumah tangga (40–45% memulainya dari status non-skill). Selain di area Nursery atau persemaian PT Mayawana Persada juga membuka kesempatan untuk penduduk lokal sebagai sub kontraktor penanaman dan pemanenan ataupun divisi supporting lainnya. Program ini dilengkapi pelatihan berkelanjutan melalui Fiber Learning Academy, penerapan prinsip meritokrasi, serta pemberian beasiswa pendidikan bagi anak karyawan dan warga sekitar.