Berita OperationsNursery & RisetOperasional & Kegiatan Lapangan

Nursery Terbesar Kalimantan Diresmikan: Saat 95% Pekerja Lokal Jadi Penggerak Utama

peresmian

Bupati Ketapang resmikan Nursery PT Mayawana Persada seluas 24 hektare di Simpang Hulu yang menyerap 95% tenaga kerja lokal.

KETAPANG, KALIMANTAN BARAT (11/6/2026) – Dari sebutir benih yang dirawat, tumbuh harapan bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam Kalimantan Barat.


Langkah dalam industri kehutanan berkelanjutan terukir pada Kamis (11/6/2026). Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meresmikan fasilitas Nursery (pusat pembibitan tanaman) milik PT Mayawana Persada di Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. Peresmian salah satu pusat pembibitan terbesar di Pulau Kalimantan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti bersama manajemen perusahaan, akademisi, dan tokoh masyarakat.


Memberdayakan Warga Lokal: 95% Pekerja dari Desa Sekitar

Fasilitas pembibitan ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi ratusan keluarga di desa sekitar. Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan apresiasi atas komitmen PT Mayawana Persada yang melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian utama dari operasional perusahaan.


"Ini adalah perusahaan pertama di Ketapang yang saya kunjungi secara langsung. Saya bangga di wilayah kita terdapat Nursery terbesar di Pulau Kalimantan. Hal yang patut diapresiasi, dari sekitar 300 pekerja di fasilitas ini, 95 persen di antaranya merupakan warga lokal sekitar lokasi perusahaan. Semoga PT Mayawana Persada terus berkembang dan memperkuat kolaborasi demi kemajuan daerah," ujar Alexander Wilyo.


Pernyataan Bupati ini menguatkan bahwa keberadaan operasional PT Mayawana Persada memberikan dampak ekonomi langsung dan membuka lapangan kerja bagi warga lokal.


Pusat Pembibitan Seluas 24 Hektare dan Riset Kehutanan

Pusat pembibitan ini berdiri di atas lahan seluas 24 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 44 juta bibit pohon per tahun. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalbar, H. Adi Yani, menjelaskan bahwa kapasitas ini mendukung program penghijauan berkelanjutan serta pemulihan ekosistem hutan.


Selain fungsi ekologis, Nursery ini juga mendukung aktivitas akademis. Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (Untan), Dr. Farah Diba, mengapresiasi peran fasilitas ini sebagai ruang riset bagi peneliti dan mahasiswa.


"Fasilitas ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dan alumni Untan, baik sebagai tempat magang industri maupun dalam skema perekrutan tenaga profesional," tutur Dr. Farah Diba.


Tumbuh Bersama Masyarakat dan Daerah

Dihadiri oleh Guru Besar Untan Prof. Gusti Hardiansyah, Sekjen Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis, serta para kepala desa dan tokoh adat, peresmian ini menegaskan pentingnya keterbukaan dan kerja sama dengan warga lokal.


Humas PT Mayawana Persada, Yohanes Supriadi, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama daerah.


"Sejak awal, PT Mayawana Persada berkomitmen agar operasional perusahaan membawa manfaat ekonomi nyata bagi warga lokal. Kami akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja serta program pemberdayaan," tutup Yohanes.


FAQ

Berapa kapasitas produksi dan luas pusat pembibitan (Nursery) PT Mayawana Persada?

Pusat pembibitan (Nursery) PT Mayawana Persada berdiri di atas lahan seluas 24 hektare di Kecamatan Simpang Hulu dengan kapasitas produksi mencapai 44 juta bibit pohon per tahun.

Berapa persentase warga lokal yang bekerja di fasilitas Nursery PT Mayawana Persada?

Dari total lebih dari 300 pekerja di fasilitas Nursery, sekitar 95% di antaranya merupakan warga lokal yang berasal dari desa-desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.