Blog

PONTIANAK – Untuk menjaga kebugaran para karyawana, PT Mayawana Persada mengelar kegiatan Jumat sehat dan bersih. Dalam kegiatan tersebut, para karyawan melaksanakan senam sebelum berkegiatan atau bekerja.

Selain itu, para karyawan juga melakukan kegiatan bersih-bersih ruangan kerja serta halaman kantor. Kegiatan senam bersama dipimpin oleh intsruktur yang juga karyawan Mayawana bernama Niko. Namun sebelum senam, terlebih dahulu dilakukan pembacaan visi-misi perusahaan yang pimpin oleh salah seorang karyawati bernama Tifani.

“Ayo semuanya, kita mulai senamnya, semangat ya,” ujar Niko, usai pembacaan visi-misi perusahaan oleh Tifani.

Para peserta senam pun terlihat bersemangat mengikuti gerakan Niko. Hingga tak terasa 15 menit pun telah berlalu dan senam pun berakhir. Usai senam kegiatan dilanjutkan dengan bersih-bersih ruangan kerja masing- masing.

Human Resources Development (HRD) PT Mayawana Persada Yuni Yanti mengatakan, kegiatan senam dan bersih-bersih ruangan kerja dilakukan setiap hari Jumat.

Menurut Yuni, Jumat bersih dan sehat sengaja dilakukan untuk menjaga kebugaran para karyawan supaya tetap prima dalam beraktivitas.

“Kemudian para karyawan juga melakukan kegiatan bersih-bersih, dari mulai meja kerja, ruangan hingga halaman kantor. Semua dilakukan secara gotong royong setelah senam,” kata Yuni.

Yuni juga menyebutkan, sebelum kegiatan senam dilakukan, terlebih dahulu akan dibacakan visi-misi perusahaan. Tujuannnya supaya setiap karyawan mengerti serta memahami apa yang menjadi target serta tujuan perusahaan.

“Sehingga arah dan kebijakan perusahaan dapat dipahami dan dijalankan dengan baik oleh semua karyawan. Dengan kegiatan Jumat sehat dan bersih ini, kita harapkan karyawan akan selalu prima dalam beraktivitas,” pungkasnya.

 

 

 

KETAPANG – Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam waktu yang lama, terutama masa 1.000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak dalam kandungan hingga anak berusia sekitar tiga tahun.

Untuk menekan jumlah stunting pada anak, PT Mayawana Persada melaksanakan sosialisasi mengenai pentingnya pencegahan stunting di Desa Kualan Hilir dan Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Selain melakukan sosialisasi, PT Mayawana Persada juga memberikan bantuan makanan tambahan pada beberapa anak yang disinyalir mengalami stunting. Dalam kegiatan tersebut, selain membawa tenaga medis dari perusahaan, PT Mayawana Persada juga menggandeng tenaga medis yang bertugas di wilayan tersebut, seperti bidan desa dan perawat.

Kepala Desa Sekucing Kualan Yermiarim menyambut baik program CSR pengurangan stunting dari PT Mayawana Persada.

“Program ini bagus dan sangat bermafaat bagi anak-anak di wilayah kami. Sehingga bisa menekan dan mengurangi stunting. Syukur-syukur menghapusnya,” ujar pria yang akrab disapa Ami tersebut.

Ami juga berharap, program CSR dari PT Mayawana Persada ini terus berkelanjutan untuk memerangi stunting di wilayahnya.

“Saya akan dukung penuh program ini. Kami juga akan membantu dan mendampingi dalam pelaksanaan progam menekan dan mencegah stunting ini,” sebut Ami.

Sementara Asisten CSR PT Mayawana Persada Kelvin J Setyadi mengatakan, program stunting ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap perkembangan anak-anak yang ada di wilayah konsesi perusahaan.

Menurut Kelvin, anak yang mengalami stunting biasanya, memiliki tinggi badan lebih rendah dibanding anak susianya.

“Namun dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik saja, melainkan juga mempengaruhi pertumbuhan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas di masa depan. Untuk itu Stunting ini harus kita perangi,” pungkasnya.

 

 

 

Mayoritas Asisten Perempuan di Nursery Alumnus Kampus di Kalbar

KETAPANG - Selain ratusan pekerja perempuan yang berasal dari desa sekitar wilayah perusahaan, Nursery PT Mayawana Persada juga memiliki beberapa Asisten perempuan yang mayoritas jebolan Unversitas di Kalimantan Barat (Kalbar).

Sarah (26) misalnya, gadis asal Bengkayang ini sudah tiga tahun lebih bekerja di PT Mayawana Persada sebagai Asisten di Nursery, PT Mayawana Persada.

“Saya Alumnus Kehutanan Universitas Tanjung Pura. Saya bisa bekerja di sini karena mengikuti seleksi yang diadakan oleh PT Mayawana Persada di Kampus Untan saat rekrutmen karyawan. Alhamdulillah saya lolos,” papar Sarah.

Meski harus tinggal di mess karyawan dan jauh dari hiruk pikuk kota, Sarah mengaku betah, karena memang sudah menjadi tekadnya untuk berkarir di Mayawana demi terus mengembangkan potensi diri.

“Mayawana adalah tempat saya mengaplikasikan semua ilmu yang didapat saat di bangku kuliah. Di sini juga saya terus belajar mengembangan potensi diri serta kedisilinan,” kata Sarah.

Begitu juga dengan Enesta Dayung Echi Pune atau yang akrab disapa Echi. Gadis kelahiran 25 tahun lalu itu mengaku bekerja di PT Mayawana Persada adalah impiannya sejak kuliah dulu.

“Kebetulan saya berasal dari Simpang Dua, Ketapang. Jadi tidak begitu jauh dari orang tua jika bekerja di sini,” ujar Alumnus Universitas Panca Bakti, Pontianak tersebut.

Echi yang sudah tiga tahun bekerja sebagai Asisten di Nursery PT Mayawana Persada mengaku banyak mendapat pengalaman serta perubahan hidup baik secara sosial mau pun ekonomi.

“Banyak pengalaman dan ilmu yang saya dapat di sini. Kemudian dari segi ekonomi, saya juga mengalami peningkatan dan bisa membanggakan orang tua. Saya akan terus mengembangkan karir di Mayawana,” tegas Echi.

Sementara Asisten Nursery lainnya yakni Nadia (25), mengaku setelah bekerja di PT Mayawana, ia dapat membantu kuliah dan sekolah adik-adiknya.

“Puji tuhan, berkat kerja di sini saya bisa membantu Pendidikan kedua adik saya. Yang  satu hingga tamat kuliah dan satunya masih SMA,” kata Nadia.

Begitu juga dengan Asisten Nursery lainnya, Desi (27) yang juga bisa membantu adik-adiknya kuliah serta sekolah, setelah dirinya bekerja di PT Mayawana Persada.

“Saya sudah tiga tahun kerja di Mayawana. Hasilnya, saya bisa meringankan beban orang tua dengan membantu kuliah dan sekolah adik saya. Semoga karir saya terus berkembang di sini,” harap Desi.

 

 

 

Cari Kerja di Kota Tidak Lagi jadi Pilihan Utama

KETAPANG - Keberadaan PT Mayawana Persada di Kecamatan Simpang Hulu, Ketapang mampu merubah pola pikir para gadis yang baru tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah tersebut.

Pasalnya, mencari kerja di kota yang biasa menjadi idaman para gadis setelah tamat sekolah, kini tidak lagi jadi tujuan utama, sebab mereka terlebih dahulu akan  mencari lowongan kerja di PT Mayawana Persada.

Mariati (21) misalnya, gadis asal Desa Sekucing Labai tersebut memilih bekerja di PT Mayawan Persada, setelah sebelumnya sempat bekerja di sebuah Kafe di Kota Kabupaten.

“Setelah tamat SMK tahun 2023 saya sempat kerja di Kafe, kurang lebih delapan bulan. Kemudian ada lowongan di sini. Saya putuskan kerja di sini saja hingga sekarang,” ujar gadis yang biasa disapa Ema tersebut.

Ema menuturkan, setelah hampir dua tahun kerja di pembibitan PT Mayawana, kehidupan ekonominya jauh lebih baik dibanding saat bekerja di Kafe dulu.

“Sejak kerja di sini saya sudah punya motor walaupun beli secara kredit. Kemudian punya cincin dan HP baru serta keperluan perempun. Waktu kerja d Kafe dulu Cuma abis buta makan,” sebut Ema sembari tersenyum.

Sejak ada PT Mayawana lanjut Ema, banyak gadis-gadis seusianya lebih memilik bekerja di Mayawana dari pada harus mencari kerja ke Kota Kabupaten atau Provinsi.

“Lebih enak kerja di sini, dekat dengan orang tua. Keberadaan Mayawana memang memberi harapan baru bagi kami dalam mencari kerja, sehingga tidak selalu harus ke kota setelah tamat sekolah,” kata Ema yang mengaku ingin mengembangkan karir di PT Mayawana Persada.

Pekerja lainnya bernama Agnes (19) juga mengutarakan hal yang sama. Gadis asal Desa Kualan Hilir itu mengaku lebih memilih bekerja di PT Mayawana Persada, ketimbang harus bekerja di kota.

“Sebelumnya saya bekerja di salah satu toko modern di Kecamatan, tapi ketika mendengar di Mayawana ada lowongan kerja saya langsung mendaftar dan bekerja di sini,” kata Agnes.

Meski baru sekitar enam bulan bekerja di PT Mayawana Persada kata Agnes, dirinya sudah bisa menabung.

“Sekarang saya bisa menabung, beda dengan di tempat kerja dulu gajinya abis hanya buat makan setiap bulan dan bayar kos. Kalo kerja di sini saya bisa lebih hemat karena di kampung sendiri. Jadi tidak perlu lagi harus mencari kerja ke kota,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara itu.