Blog

PONTIANAK – Manajemen PT Mayawana Persada melakukan anjangsana ke  panti asuhan di Kota Pontianak. Anjangsana itu dilakukan untuk bersilaturahmi dan sedikit berbagi dengan para anak panti asuhan.

Panti asuhan Al-Amien yang berada di Jalan Danau Sentarum, Pontianak menjadi lokasi yang pertama dikunjungi rombongan PT Mayawana Persada.

Dalam kunjungannya, rombongan PT Mayawana Persada disambut oleh pengurus Panti Asuhan Al-Amien. Setelah melakukan dialog singkat dengan pengurus, perwakilan rombongan PT Mayawana Persada pun mengutarakan maksud kedatangan ke panti tersebut.

“Kedatangan kami, pertama untuk silaturahmi dan kemudian ada sedikit bingkisan untuk anak-anak di panti asuhan ini,” ujar Cecep Mutakin, selaku perwakilan dari PT Mayawana Persada.

“Meski tidak banyak, kami berharap bingkisan ini dapat sedikit membantu bagi anak-anak di panti asuhan ini,” tambah Cecep lagi.

Mendapat kunjungan dari rombongan PT Mayawana Persada, pengurus Panti Asuhan Al-Amien mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian PT Mayawana terhadap anak panti.

“Kami haturkan terima kasih banyak atas kunjungan dan perhatian bapak ibu dari PT Mayawana Persada terhadap anak-anak panti di sini. Semoga tuhan membalas kebaikan PT Mayawana Persada,” ujar Nayla, pengurus Panti Asuhan Al- Amien.

Perwakilan PT Mayawana Persada kemudian menyerahkan bingkisan kepada anak panti asuhan yang berjumlah sekitar 30 orang tersebut. Raut wajah bahagia terpancar dari anak-anak penghuni panti asuhan saat menerima bingkisan.” Alhamdulillah, terima kasih banyak pak,” ujar salah seorang anak penghuni panti asuhan.

Usai berkunjung ke Panti Asuhan Al-Amien, rombongan PT Mayawana Persada melanjutkan anjangsana ke Panti Asuhan Syarief Hidayatullah, Kota Pontianak.

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh pengurus Panti Asuhan Syarief Hidayatullah. Usai menyampaikan maksud serta berdialog singkat dengan pengurus, perwakilan PT Mayawana Persada langsung menyerahkan bingkisan kepada anak-anak penghuni panti asuhan tersebut.

 

KETAPANG – Program Mayawana Mengajar Kembali disambut antusias para guru dan murid. Kali ini, program dari PT Mayawana Persada tersebut digelar di SDN 14 Simpang Hulu yang berada di Desa Sekucing Labai.

Suasana riuh langsung terlihat saat para murid mengetahui kedatangan para karyawan dari PT Mayawana Persada yang akan mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris.

“Morning bu” celetuk salah seorang siswa disambut tawa teman-temannya.

“Morning” jawab salah satu karyawan Mayawana sembari melempar senyum.

Sebelum memulai pelajaran, salah satu guru sekolah tersebut memperkenalkan kepada para murid jika karyawan PT Mayawana Persada yang akan mengajar Bahasa Inggris.

“Baik anak-anak, tadi kalian sudah tahu bahwa kita kedatangan guru Bahasa Inggris yang akan mengajar kalian dari PT Mayawana Persada,” ujar guru tersebut.

“Ibu harap kalian belajar yang serius ya, siap semuanya,” tambah guru tersebut yang disambut kata siap oleh pada murid.

Setelah guru sekolah tersebut meninggalkan ruangan, karyawan Mayawana memperkenalkan diri kepada para siswa.

“Baik adik-adik, kakak akan memperkenalkan diri ya. Nama kakak Cynthia dan ini kak Charia. Kami berdua akan mengajar Bahasa Inggris,” ujar Cynthia saat memperkenalkan diri dan rekannya.

Setelah pengajar dari PT Mayawana Persada memperkenalkan diri, kegiatan belajar mengajar pun di mulai. Kepiawaian, Charia dan Cyntia dalam membawakan materi pelajaran, membuat para siswa betah dan bersemangat mengikuti pelajaran.

Kepala SDN 14 Simpang Hulu Saidi mengaku mengapresiasi program mengajar dari PT Mayawana Persada.

“Saya sangat mengapresiasi program Mayawana Mengajar. Karena kegiatan ini sangat membantu, terutama mata pelajaran yang diajarkan Bahasa Inggris,” ujar Saidi.

Saidi juga berharap, program Mayawana Mengajar terus dipertahankan, kalau perlu dan memungkinkan ditambah jam nya.

“Ini program bagus, kalo bisa ditambah waktunya,” pinta Saidi sembari melempar senyum.

Asisten CSR PT Mayawana Persada Kelvin J Setiady mengatakan, program Mayawana Mengajar merupakan bentuk kepedulian PT Mayawana Persada terhadap dunia Pendidikan.

“Program ini lahir sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap dunia Pendidikan, khususnya di sekitar wilayah konsesi perusahaan. Kami akan terus berusaha mempertahankan dan mengembakan program Mayawana Mengajar,” pungkasnya.

 

 

 

PONTIANAK – PT Mayawana Persada mendapatkan validasi dari para pakar lingkungan atas parktik pengelolaan hutan yang dinilai mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ekologi.

Validasi itu diberikan saat Diskusi panel dalam ajang Kick Off Program Result Based Payment (RBP) REDD+ GCF Kalimantan Barat, Kamis (29/1/2026).

Tiga penanggap utama dalam diskusi tersebut—BKSDA Kalbar, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Tropical Forest Foundation (TFF) memberikan catatan positif terhadap paparan data Mayawana Persada.

Direktur Eksekutif Tropical Forest Foundation (TFF), Dr. Hasbillah Hasbie, menyoroti keputusan bisnis Mayawana Persada yang tidak lazim namun patut dipuji. Ia membedah data plantable area (area yang boleh ditanami secara legal) milik perusahaan yang mencapai ±98.000 hektare.

"Sebagai perusahaan HTI, sebenarnya tidak salah kalau Mayawana Persada membuka semua arealnya karena legal. Tapi, Mayawana tidak melakukan itu," tegas Hasbillah.

Ia menekankan bahwa langkah perusahaan menyisihkan sekitar 38.000 hektare untuk konservasi adalah bukti nyata keseimbangan. "Perusahaan ini mengalokasikan areal produksinya untuk konservasi. Ini menunjukkan bahwa Mayawana Persada menjalankan keseimbangan antara kepentingan ekologis dengan kepentingan ekonomis," tambahnya.

Validasi senada datang dari CEO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Dr. Jamartin Sihite. Sebagai tokoh kunci pelestarian orangutan, Jamartin menilai pendekatan Mayawana Persada terhadap satwa liar sangat progresif.

"Perusahaan HTI membicarakan konservasi Orangutan merupakan sesuatu yang menarik," ujarnya. Jamartin mengingatkan bahwa satwa liar tidak mengenal batas administratif. Orangutan bisa hidup di area konservasi resmi maupun melintas di area produksi.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan lanskap. "Kawasan konservasi tidak bisa berdiri sendiri. Koridor satwa sangat diperlukan agar 'lalu lintas satwa' tidak terfragmentasi," jelas Jamartin. Langkah Mayawana Persada membangun koridor di dalam konsesinya dinilai sejalan dengan prinsip konektivitas habitat tersebut.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Murlan Dameria Pane, menyoroti temuan survei biodiversitas yang dilakukan Mayawana Persada bersama akademisi. Ia menyebut angka populasi Orangutan yang terdata cukup signifikan.

"Angka ini akan bisa menjadi referensi para pihak," kata Murlan. Ia pun meminta Mayawana Persada segera berkoordinasi teknis dengan BKSDA.

"Kita analisis bersama temuan ini agar bisa menjadi pedoman populasi ke depan. Kami juga mendorong Mayawana melakukan kegiatan untuk kesejahteraan satwa liar lainnya yang terekam kamera jebak," pesannya.

Dukungan para ahli ini diperkuat dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh Direktur Mayawana Persada, Iwan Budiman, yang berkomitmen menjaga lanskap Mendawak.

Forum ini membuktikan bahwa dengan data yang transparan, pengelolaan hutan produksi dapat berjalan beriringan dengan agenda konservasi global. (*)

 

 

KETAPANG – Infrastruktur jalan merupakan sesuatu yang vital bagi masyarakat untuk kelancaran transportasi. Dengan infrastruktur jalan yang layak, roda ekonomi warga juga akan terbantu.

Begitu juga yang dilakukan oleh PT Mayawana Persada. Perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) tersebut telah membangun jalan sepanjang 114 kilometer.

Di mana pembangunan jalan tersebut tidak hanya digunakan untuk transportasi perusahaan, tapi juga digunakan oleh masyarakat umum. Terutama bagi warga yang berada di sekitar konsesi perusahaan.

Salah satunya pembangunan jalan di Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang hingga Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara. Jalan sepanjang 29,9 Kilometer itu dibangun PT Mayawana Persada pada 2022 hingga 2023.

Pembangunan jalan yang menghubungkan dua kabupaten itu, sangat dirasakan manfaatnya oleh warga. Pasalnya, selain untuk mempermudah transportasi, juga dapat membangkitkan ekonomi masyarakat, baik itu yang berada di Kawasan konsesi perusahaan atau pun di luar perusahaan.

Seperti penuturan Risman, warga Durian Sebatang yang mengaku kerap melewati jalan di wilayah PT Mayawana Persada. Menurutnya, berkat jalan yang dibuka oleh PT Mayawana Persada, dirinya bisa melakukan perjalanan ke Simpang Dua, Ketapang.

“Dulu kalau saya mau ke Simpang Dua harus menempuh jarak yang jauh hingga 7 jam, karena muter. Tapi Sekarang berkat jalan ini, saya bisa memangkas jarak menjadi 3 Jam,” ujar Risman.

Untuk itu lanjut Risman, dirinya sangat mengapresiasi keberadaan PT Mayawana Persada yang telah membuka jalan baru, hingga bisa memangkas waktu perjalanan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PT Mayawana Persada, karena telah membuka jalan baru. Berkat jalan yang dibuka oleh PT Mayawana Persada, trasportasi kami jadi lancar,” sebutnya.

Asisten Infra PT Mayawana Persada Eliyas mengatakan, pembangunan jalan sepanjang 29,9 Kilometer dari Desa Kampar Sebomban, Ketapang hingga Desa Durian Sebatang, Kayong Utara merupakan salah satu dari beberapa pembangunan jalan yang dilakukan oleh PT Mayawana Persada.

“Masih ada beberapa pembangunan jalan lagi yang telah dilakukan oleh PT Mayawana Persada dan jalan tersebut juga dimanfaatkan oleh warga, baik yang berada di wilayah konsesi atau pun luar konsesi,” sebut Eliyas.

Dijelaskan Eliyas, beberapa jalan lainnya yang dibangun oleh PT Mayawana Perasada di antaranya di Desa Sekucing Kualan menuju Sekucing Labai sepanjang 32,0 Kilometer, yang Dikerjakan tahun 2019 hingga 2020.

Kemudian lanjut Eliyas, di Desa Sekucing Kualan yang menghubungkan Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu dengan Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang. Panjang Jalan 17,6 Kilometer dan pengerjaan 2020 hingga 2022.

“Untuk di Desa Kampar Sebomban, Kecamatan Simpang Dua menghubungkan ke Desa Sekucing Kualan, Kecamatan Simpang Hulu, Ketapang. Panjang jalan 17,5 Kilometer, dan dikerjakan tahun 2022 hingga 2023,” terangnya.

Selain itu juga ada pembangunan jalan  Desa Durian Sebatang, Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara dengan Desa Kampar Sebomban, Kacamatan Simpang Dua, Kabupaten Ketapang.

“Panjang jalan 17,7 Kilometer dan dikerjakan tahun 2023 hingga 2025. Selain oleh perusahaan, jalan tersebut juga terbuka untuk masyarakat umum,” pungkasnya.